Munjung: Sebuah Ensiklopedia Mungil Pesugihan

Bayangkan adegan What We Talk About When We Talk About Love-nya Raymond Carver, tapi dilakukan di saung ronda, dan yang mereka bacotkan adalah cara-cara klenik mengakumulasi kapital. Memang, mendapat tugas jaga malam dan menanti Godot sama-sama kondisi ideal untuk produksi bualan. Diawali curhatan soal kesusahan hidup, Munjung kemudian menjadi semacam panduan wikiHow yang disusun antara … More Munjung: Sebuah Ensiklopedia Mungil Pesugihan

Mari Menganjingkan Paman Yusi

Karena terserang selesma, setelah sebelumnya menguliti seorang selir jelita yang sering membikinnya senewen, Syahrazad meminta Yusi Avianto Pareanom untuk menyamar dan menjadi teman tidur paduka yang lalim semalam saja. Suatu kehormatan bagi seorang Yusi, tentu, juga kesialan, sebab dipercaya sebagai pendongeng mumpuni, yang bila gagal menghasilkan cerita memikat bakal dipenggal kepalanya keesokan hari oleh Raja Shahryar. … More Mari Menganjingkan Paman Yusi

Ketika Raja Syahrial Lebih Memilih Nonton ‘One of These Night’

Kalian bertanya, apa sih manfaat membaca karya fiksi? Adalah seorang putri bernama Syahrazad yang menyerahkan dirinya untuk diperistri Raja Syahrial yang lalim. Sang putri melakukan itu untuk menghindari kurban lebih banyak, sebab sang raja selalu membunuh pengantinnya selepas melewati malam pertama. Dengan memberikan cerita asyik memikat, namun menggantung tiap malamnya, membuat sang raja tak berniat untuk … More Ketika Raja Syahrial Lebih Memilih Nonton ‘One of These Night’

Duniazát, Salman Rushdie

Pada tahun 1195, sang filsuf besar Ibnu Rushdi, menjabat sebagai qadi, atau hakim, di Sevilla dan belakangan diangkat jadi dokter pribadi khalifah Abu Yusuf Yaqub di istananya di kota Córdoba, secara resmi didiskreditkan dan dicela karena ide-ide liberalnya, yang tidak dapat diterima oleh kaum fanatik Berber yang semakin kuat menyebar seperti wabah penyakit di lingkungan Arab Spanyol, … More Duniazát, Salman Rushdie

Syahrazad, Haruki Murakami [2/2]

SEPULUH hari kemudian, Syahrazad bolos sekolah lagi dan berkunjung untuk kedua kalinya ke rumah si lelaki. Saat itu pukul sebelas pagi. Seperti sebelumnya, dia memungut kunci dari bawah keset kemudian membuka pintu. Sekali lagi, kamar lelaki itu masih tampak sempurna. Pertama, Syahrazad memilih pensil yang sudah digunakan dan dengan hati-hati memindahkan ke dalam kotak pensilnya. Kemudian dengan hati-hati dia … More Syahrazad, Haruki Murakami [2/2]