Perjanjian Salman Rushdie dengan Setan

Pada hari Valentine 1989, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini, mendeklarasikan hukuman mati pada novelis India Inggris Salman Rushdie untuk bukunya The Satanic Verses, bersama dengan siapa pun yang membantu perilisannya: “Saya meminta semua Muslim untuk mengeksekusi mereka di mana pun jika menemukan mereka.” Ayatollah menuduh Rushdie menghujat, menodai Islam dan nabi Muhammad, meskipun banyak yang … More Perjanjian Salman Rushdie dengan Setan

Kebenaran, Kebohongan dan Sastra

“Apa, kamu gila? Kamu gila?” Falstaff menuntut Pangeran Hal, dalam karya Shakespeare “Henry IV, Bagian 1.” “Bukankah kebenaran itu kebenaran?” Lelucon itu, tentu saja, adalah bahwa dia telah menundukkan kepalanya, dan sang pangeran sedang dalam proses menelanjanginya sebagai seorang pembohong. Di masa seperti saat ini, ketika realitas itu sendiri di mana-mana tampak diserang, pandangan Falstaff … More Kebenaran, Kebohongan dan Sastra

Game Dev Girls: Sebuah Usaha Merancang Video Game

Aku pikir video game lebih dekat dengan fiksi ketimbang apa pun hari ini, sebut Haruki Murakami. Video game? tanya pewawancara dari The Paris Review. Iya, jawab Murakami. Aku sendiri enggak suka main video game, tapi aku menemukan kesamaan. Kadang-kadang ketika aku menulis aku merasa aku perancang video game, dan pada saat yang sama, sang pemainnya. Aku membuat program, … More Game Dev Girls: Sebuah Usaha Merancang Video Game

Julian Barnes dan Leicester City

Jika Salman Rushdie pendukung Tottenham Hotspur, maka Julian Barnes adalah fans Leicester City. Saat Chelsea menahan imbang Spurs, sehingga memantapkan Leicester jadi jawara Liga Inggris musim 2015-16, Rushdie dan saya sudah pasti senewen, sementara Barnes berbinar-binar. Ketika Persib juara, saya sampai berani buka kaus, bertelanjang dada dan lari ke jalan, lalu menari kayak orang gila, … More Julian Barnes dan Leicester City