Mengidruskan Bandung Lautan Api

Revolusi kemerdekaan Indonesia adalah suatu episode sejarah yang dramatis; sebuah drama yang mengadu tujuan rasional dengan sentimen emosional; mengawinkan realitas dengan mitos. Masalahnya, yang kita terima hari ini, lebih banyak berupa warisan mitos penuh bunga-bunga. Ambil contoh bambu runcing yang sering disimbolkan alat perjuangan, pernahkah berpikir bagaimana ngerinya ketika benda ini menerobos badan seorang manusia, … More Mengidruskan Bandung Lautan Api

Cicerone

Apa yang ada di kepala, untuk dirumuskan dalam dunia ide, apa yang keluar dari mulut, setelah diartikulasikan dalam bahasa, apa yang masuk ke telinga orang lain, untuk diolah dan dipahami, setiap tahapannya bagai saluran air yang makin menyempit, tambahkan pula tumpukan sampah atau endapan tanah. Tiap informasi yang mengalirinya akan terus terdistorsi. Inilah masalah komunikasi … More Cicerone

Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut

Hal terpenting yang kita pelajari di sekolah ialah fakta bahwa hal paling penting enggak dapat dipelajari di sekolah, tulis Haruki Murakami. Dalam What I Talk About When I Talk About Running-nya, ada beragam kalimat aduhai yang bisa dipinjam kalau-kalau ingin ditulis di caption Instagram, dan yang tadi adalah kalimat favorit saya. Karena memang, sesuai pengalaman … More Apa yang Dapat Saya Bicarakan Soal Saya dan Ngaleut

Kartini atau Dewi Sartika?

“Aku juga berjuang,” bela Kartini, “ikut melawan tirani budaya yang feodalistis, tiranik dan hegemonis. Sama sepertimu.” “Ya, ya, aku tak hendak mencibirmu atau apa. Maksudku-” “Oke, jujur saja, tak perlu berputar-putar. Kau iri kan?” “Hey!” Muka Dewi Sartika mendadak merah padam. Seakan ada sejuta sumpah serapah tercekat di kerongkongannya, memaksa ingin keluar. “Di Sumatera sana, … More Kartini atau Dewi Sartika?

Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik

Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, maka hukum minum racun … More Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik