Red Velvet Jadi Cewek Bandel

  SM Entertainment memang misoginis bangsat. Meski menjadi bagian dari SM, satu korporasi hiburan Korea yang superkaya, berarti dikasih kepastian bahwa sebuah idol akan mendapatkan banyak publisitas, namun grup cewek harus berjuang lebih ekstra untuk beberapa waktu sebelum menjadi populer. Padahal sejak menganut politeisme kontemporer, dewi-dewi bikinan SM selalu jadi pilihan saya. Sebelum 2014, nama … More Red Velvet Jadi Cewek Bandel

f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

Sejauh yang saya ingat, f(x) adalah grup idol K-pop pertama yang saya bisa bedakan membernya. Entah SNSD atau adiknya ini dulu, saya agak lupa. Yang pasti, satu masalah sekaligus keasyikan seorang fans K-pop bau kencur adalah mengingat dan membedakan member sebuah grup, baik dari namanya yang meski cuma tiga suku kata tapi sulit disebut, juga … More f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

Knowing Bros dan Barudak Sekolahan yang Hobi Tubir

Kalau saja Game of Thrones masukin Red Velvet jadi pemainnya, mungkin saja saya bakal rela maraton nonton dari musim pertama. Harus ada alasan, meski konyol, kenapa saya harus nonton itu. Sebab internet menawarkan beragam kesenangan sekaligus kesia-siaan; buku-buku dan status-status sosmed yang selalu terbarukan dan artikel-artikel panjang untuk dibaca, film-film dan video-video Youtube dan serial … More Knowing Bros dan Barudak Sekolahan yang Hobi Tubir

7 Single Sistar Untuk Keberlangsungan Musim Panas

Enggak akan ada musim panas lagi. Pembubaran Sistar adalah salah satu kesalahan besar umat manusia yang berdampak pada perubahan iklim. Sejak debutnya pada 2010 silam, grup cewek beranggotakan Hyorin, Soyou, Bora sama Dasom ini selalu istiqomah memeriahkan musim panas. Mereka jadi ikon ‘summer queen’. Bahkan udah kayak tonggeret yang menandai datangnya musim panas. Namun Sistar harus layu … More 7 Single Sistar Untuk Keberlangsungan Musim Panas

MV Reaction atau Bagaimana Cara Merayakan Sesuatu yang Enggak Penting-Penting Amat

Baca dua ratus buku setahun sebenarnya bukan sesuatu yang wah. Secara matematis, seperti dalam pos How to read 200 books a year, ini perkara yang sangat mungkin. Bahwa dalam waktu yang kita habiskan di media sosial setiap tahunnya, kita sudah bisa baca sampai 200 buku. Tapi di zaman polusi notifikasi hari ini, tentu sulit. Kenapa … More MV Reaction atau Bagaimana Cara Merayakan Sesuatu yang Enggak Penting-Penting Amat