Yang Kita Bicarakan Ketika Membicarakan Cinta Pertama

Wanci janari dan serangan kantuk serta dingin di Capolaga membuat kami membubarkan diri, masuk ke tenda kemudian sleeping bag masing-masing. Karena tenda laki-laki terlalu padat (serta resiko kebisingan), saya dan beberapa kawan terpaksa tidur di luar. Suara aliran sungai begitu menentramkan. Meski sudah memenjamkan mata, saya masih belum bisa tertidur, disibukkan beragam loncatan-loncatan pikiran. Sebelumnya, … More Yang Kita Bicarakan Ketika Membicarakan Cinta Pertama

Tarawangsa Rancakalong dan Yang Berbeda di Seren Taun Cigugur

Gudang Garam Merah batal saya sundut, terpacak papan larangan merokok di dalam Paseban Tri Panca Tunggal. Gesekan sebuah dawai dan petikan dawai lainnya sedang melantun, diperkeras lewat speaker. Saya memilih duduk di area sudut kiri aula besar itu. Malam itu, di Cigugur, Kuningan, dalam rangkaian acara Seren Taun, ditanggap kesenian rakyat bernama Tarawangsa. Namun ada … More Tarawangsa Rancakalong dan Yang Berbeda di Seren Taun Cigugur

Solontongan 20D, Sebuah Elegi

Esok akan menjadi kini. Kini yang menjadi kemarin tak dihiraukan, karena segala yang lampau hanya gumpalan hitam. – Iwan Simatupang, Ziarah Frasa ‘masa lalu yang indah’ bukan berarti hal buruk jarang terjadi di masa lalu, hanya saja, beruntungnya, orang-orang diberkati bakat mudah melupakannya. Sialnya, kita tak diberi kuasa untuk memilih mana yang harus dilupakan, pikiran … More Solontongan 20D, Sebuah Elegi

Dewata dan Residensi ala Thoreau

Beragam skenario horror berdesakan di ubun-ubun, beberapanya imajinasi sumbangan dari H.P. Lovecraft dan Abdullah Harahap: seorang kawan hilang diculik dedemit, jalanan yang enggan mengarah kemana pun, pohon tumbang, bandit dengan celurit karatan menghadang di depan, ada makhluk mengerikan yang mengintai di balik pepohonan, yang sembunyi dan akan tampil tepat di depan wajah saat berbalik, apakah … More Dewata dan Residensi ala Thoreau

Tak Ada Prabu Siliwangi di Sancang

Manusia bergerak melajui zaman dengan salah satu kemampuan utama yang enggak dipunyai hewan lain: fiksi. Yuval Noah Harari, dalam Sapiens: A Brief History of Humankind, menyebutkan bahwa manusia doyan fiksi, baik itu mitos yang menertibkan manusia, juga yang berupa fitnah yang memecah belah. Agama, negara dan uang, menurut Harari, adalah fiksi manusia yang memungkinkan kolaborasi dan … More Tak Ada Prabu Siliwangi di Sancang