Menguliti Ideologi dan Sebagainya dan Sebagainya

Sudah sering saya mendengarkan ceramah yang disampaikan para ustadz tentang bahaya laten neoliberalisme dan kapitalisme, yang sering juga membawa-bawa komunisme. Tentu saja, saya setuju, ada sesuatunya dalam ideologi-ideologi itu. Sayang, yang mereka bahas terbatas masalah spiritual dan moral, serta sangat permukaan. Ideologi bukanlah doktrin politik yang dikodifikasi menjadi “isme-isme,” melainkan fantasi-fantasi dan kepercayaan-kepercayaan yang mendasari … More Menguliti Ideologi dan Sebagainya dan Sebagainya

Age of Empires II dan Simulasi Mode Produksi

Saya akan selalu menjadi seorang bocah aneh. Anggota tubuh saya terlalu berjarak dan bersendi pada interval yang tak menyenangkan, dan seringnya mereka tak sudi di bawah kendali saya. Saya punya suara nyaring, pandangan politik tak biasa, rahang yang lemah, dan keengganan naluriah untuk memakai warna-warna cerah. Sebuah keajaiban bahwa saya tidak pernah secara khusus menyukai … More Age of Empires II dan Simulasi Mode Produksi

SM Entertainment, PT Persib Bandung Bermartabat dan Kapitalisme 4.0

Persib punya bobotoh, SNSD punya fans bernama sone. Kedua massa pendukung itu, dalam segi fanatisme, sama bengisnya. Kedua identitas ini juga yang bisa ditempelkan pada saya. Antara Persib dan SNSD, merupakan produk budaya sekaligus produk jualan. Identitas sekaligus brand. Keduanya punya satu kesamaan mendasar yang seringkali enggak kita sadari: ada korporasi di belakangnya. Dengan maksud … More SM Entertainment, PT Persib Bandung Bermartabat dan Kapitalisme 4.0

Goenawan Mohamad dan Catatan Pinggirnya

Seperti halnya membentuk sebuah cawan yang tak habis untuk dipakai, menulis pada dasarnya adalah pekerjaan yang resah. Bagi saya, menulis adalah hal yang sulit, sampai hari ini. Saya masih kurang ekspresif dan nggak punya stok kosakata yang melimpah untuk mendeskripsikan sesuatu. Menulis memang benar sebuah pekerjaan yang resah: saya akan gelisah ketika saya kesulitan mencari … More Goenawan Mohamad dan Catatan Pinggirnya

Kinal dan Bahaya Laten Idolisme

Dilematis sih. Saya banyak setuju sama asas pemikiran Karl Marx, sehingga rada benci terhadap sistem kapitalisme.  Tapi ya gimana, industri hiburan sungguh setan yang menjerat kaum kekinian. Saya masih teracuni dunia k-pop, masih jadi Sone (fans Girls’ Generation), dan sekarang mulai jatuh cinta sama JKT48, beberapa personilnya aja sih, belum jadi wota atau apalah namanya. … More Kinal dan Bahaya Laten Idolisme