Sekamar Bersama Penyair dan Novelis

Si penyair masuk diam-diam ke kamar si novelis, sementara si novelis sudah tertidur, tidur yang nampak menjemukan seperti sebuah bau yang melewati hidungnya. Si penyair berdiri di ambang pintu, memperhatikan, menyandarkan diri di kusen pintu. Dia menyukai teman sekamarnya. Tapi bukan suka yang begitu. Pukul empat pagi dan mengapa si penyair masih terjaga? Tidur adalah … More Sekamar Bersama Penyair dan Novelis

Setelah Suara Tembakan

Terjemahan dari After the Gunshot dari Lee Ji Myung, mantan propagandis Korea Utara yang membelot ke Selatan. “Tidak ada ruang di Korea Utara bagi seorang individu untuk mempublikasikan hal-hal dari kehendak bebas mereka sendiri,” ungkapnya, dan merasa malu karena pernah menulis untuk kepentingan pemerintah. Awan hitam berarak rendah dan gundah-gulana menghiasi langit, melimbang di atas aliran merayap … More Setelah Suara Tembakan

Dua Lelaki Tiba di Sebuah Desa

Kadang-kadang dengan menunggang kuda, kadang-kadang dengan berjalan kaki, di dalam mobil atau di atas sepeda motor, kadang-kadang dalam sebuah tank—jauh keluar dari barisan pasukan utama—dan untuk sekarang dan selanjutnya dari atas, dengan helikopter. Tapi jika kita melihat gambaran terbesarnya, pandangan terjauh, kita harus mengakui bahwa mereka sebagian besar melakukannya dengan berjalan kaki, dan dalam hal … More Dua Lelaki Tiba di Sebuah Desa

Karang Hijau, Sylvia Plath

Bus kuning itu berderak dan terpental-pental di jalanan berbatu, dan koper jatuh menghantam kaki David. ‘Kau yakin kau tau tempatnya?’ ia bertanya kepada Susan dengan gelisah. ‘Tentu,’ jawab Susan, lalu, mengabaikan sikap dingin superior pada adik kecilnya, dia berteriak girang, ‘Aku bisa mencium bau laut. Lihat, di antara rumah-rumah itu!’ Dia menunjuk melewati jendela kotor … More Karang Hijau, Sylvia Plath