Richard Wright dan Konferensi Bandung

Ketika mengurus kartu pers, ia terkejut betapa ia disambut ramah dan didahulukan antreannya – sebuah perlakuan yang tak terjadi buat seorang kulit hitam di Amerika Serikat. Tatkala datang ke Bandung, ia tergetar. Ia melihat berbagai delegasi dengan latar belakang agama – Islam, Katolik, Buddha, dan Hindu – serta komunis, bisa berbaur menjadi satu. Bagaimana mungkin … More Richard Wright dan Konferensi Bandung

Mengidruskan Bandung Lautan Api

Revolusi kemerdekaan Indonesia adalah suatu episode sejarah yang dramatis; sebuah drama yang mengadu tujuan rasional dengan sentimen emosional; mengawinkan realitas dengan mitos. Masalahnya, yang kita terima hari ini, lebih banyak berupa warisan mitos penuh bunga-bunga. Ambil contoh bambu runcing yang sering disimbolkan alat perjuangan, pernahkah berpikir bagaimana ngerinya ketika benda ini menerobos badan seorang manusia, … More Mengidruskan Bandung Lautan Api

Dilan-Milea Bercinta di 1990-1991

Novel metropop, apalagi teenlit, selalu bikin saya alergi, untuk kemudian menjauhinya. Tapi sialannya, nggak tau kenapa saya menikmati roman picisan bikinan si Pidi Baiq ini. Kuat membacanya sampai habis. Ya, Dilan ini adalah sebuah novel romansa berlatar SMA, tepatnya kisah cinta-cintaan sepasang siswa dan siswi SMAN 8 Bandung (nama sekolahnya nggak disebut di novelnya), yaitu … More Dilan-Milea Bercinta di 1990-1991

Saya Bertanya, Pidi Baiq Bermain

“Kalau nanti ditanya malaikat nih, ari Surayah mau jawabnya sebagai orang beriman apa orang bermain?” “Orang bermain!” Kemudian Ketua Front Pembela Islam, Kristen, Hindu & Budha ini menjelaskan lebih lanjut pilihan jawaban tadi, ngalor-ngidul emang. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang saya siapkan, soal filsafat dan fotografi -berhubung ini acara yang diadakan @airfotonetwork. Tapi saya terpaksa … More Saya Bertanya, Pidi Baiq Bermain

Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik

Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, maka hukum minum racun … More Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik