Mampus Kau Dikoyak So Nyuh Shi Dae

Pada saat ia secara enggak sengaja menemukan Girls’ Generation, dalam YouTube, ia adalah seorang pria penyuka alternative rock; ia mencintai Weezer. Ia adalah Jon Toth, seorang kulit putih dua puluh sembilan tahun, sarjana komputer. “Aku pasti bukan jenis pria yang Anda harapkan untuk bisa kepincut sama grup Asia beranggota sembilan gadis,” ungkapnya pada sang jurnalis … More Mampus Kau Dikoyak So Nyuh Shi Dae

Bocah Dunia Ketiga yang Menyuntuki Penulis Kulit Putih

Perempuan itu mendapat surat dari kepala redaksi Alfred Knopf, berisi pujian atas cerpennya dan berharap bakal menerbitkan novelnya suatu saat, tulisnya dalam jurnal hariaannya, yang dimampatkan dalam buku berjudul The Unabridged Journals of Sylvia Plath. Saya menutup aplikasi pembaca ebook, membuka Twitter. Linimasa ramai, mengalir tanpa jeda. Menggulirkan sampai bawah, saya menandai sebuah tautan artikel … More Bocah Dunia Ketiga yang Menyuntuki Penulis Kulit Putih

Penyenandung, Kazuo Ishiguro [1/2]

Pagi saat aku melihat Tony Gardner duduk di antara para turis, musim semi baru saja tiba di Venesia. Kami pertama kalinya menghabiskan minggu ini di luar ruangan, di piazza—betapa leganya, biar kuberitahu, setelah berjam-jam yang melelahkan tampil di belakang kafe, yang hanya jadi penghalang pelanggan yang ingin menggunakan tangga. Ada angin sepoi-sepoi pagi itu, dan … More Penyenandung, Kazuo Ishiguro [1/2]

Ingatan atas Pembantaian

Pada tahun 1965, seorang penyiar berita Amerika NBC mengumumkan bahwa Bali telah menjadi “lebih indah tanpa para komunis.” Majalah Time melaporkan bahwa penghapusan komunisme di Indonesia adalah “berita terbaik bagi Barat selama bertahun-tahun soal Asia,” sementara James Reston dari New York Times menulis bahwa bangsa Amerika harus merasa lega bahwa “kontrol kepulauan besar dan strategis … More Ingatan atas Pembantaian