Sang Penindas Diri

Setiap lelaki punya dua biografi erotis. Biasanya orang hanya berbicara mengenai yang pertama: daftar hubungan gelap dan beberapa kunjungan malam. Biografi satunya lagi terkadang lebih menarik: parade perempuan yang ingin kita miliki, perempuan-perempuan yang melarikan diri. Inilah sejarah yang sangat memilukan dari kesempatan yang terbuang. The Book of Laughter and Forgetting, Milan Kundera Ketika ada … More Sang Penindas Diri

Don Quixote, Novel Modern Pertama yang Tetap Terbaik

Apa tujuan sebenarnya dari pencarian Don Quixote? Saya mendapatinya tak dapat dijawab. Apa motif asli Hamlet? Kita tidak diizinkan untuk mengetahuinya. Karena misi ksatria Cervantes yang luar biasa punya lingkup kosmologis dan gema, tidak ada tujuan yang tampak di luar jangkauan. Kesedihan Hamlet adalah bahwa ia diizinkan hanya pada Elsinore dan tragedi balas dendam. Shakespeare … More Don Quixote, Novel Modern Pertama yang Tetap Terbaik

Slavoj Žižek si Filsuf Viral

Untuk bisa menyampaikan ceramah logis yang mengawinkan porno dengan subyektivisme, kecabulan dengan penegakan ulang politik kiri, atau psikoanalisis Jacques Lacan dengan sutradara film Jerman-Amerika Ernst Lubitsch, dan kemudian melemparkan banyolan-banyolan udik dan referensi semacam Taylor Swift – ini sesuatu yang tidak bisa dilakukan setiap orang. Tapi pemikir dari Slovenia Slavoj Žižek, 68, telah menjadikannya bentuk … More Slavoj Žižek si Filsuf Viral

Sebentar Lagi Jayanti, Sebentar Lagi Rancabuaya, Sebentar Lagi Sampai

“Sebentar lagi, tinggal lewat gunung itu, langsung laut,” janji saya saat melindas jalanan Naringgul. Kata “sebentar” mengundang beragam makna, bisa sebuah jebakan sekaligus pembebasan, seringnya hanya janji kosong. Kengerian bagi para murid belet yang lembar jawabannya masih melompong saat diultimatum oleh pengawas dengan kata tadi bahwa ujian akan segera berakhir. Sukacita bagi suami yang ditenangkan … More Sebentar Lagi Jayanti, Sebentar Lagi Rancabuaya, Sebentar Lagi Sampai

Eduardo Galeano: Simón Bolívar Kiwari

Dalam Galileo-nya Bertolt Brecht, sang antihero eponim itu ditentang oleh muridnya, yang sangat marah karena orang hebat itu telah menarik ucapannya: “Tak bahagia adalah tanah yang tak melahirkan pahlawan.” Tanggapan Galileo tenang: “Tak bahagia adalah tanah yang membutuhkan pahlawan.” Dan dia terus mengerjakan manuskripnya, yang kemudian dia pindahtangankan pada muridnya yang terasing, yang menyadari di … More Eduardo Galeano: Simón Bolívar Kiwari