f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

fx sxsw austin

Sejauh yang saya ingat, f(x) adalah grup idol K-pop pertama yang saya bisa bedakan membernya. Entah SNSD atau adiknya ini dulu, saya agak lupa. Yang pasti, satu masalah sekaligus keasyikan seorang fans K-pop bau kencur adalah mengingat dan membedakan member sebuah grup, baik dari namanya yang meski cuma tiga suku kata tapi sulit disebut, juga muka dan kostumnya yang seringnya seragam.

Satu pertanyaan yang pasti kamu tanyakan pas pertama kali nonton f(x) adalah: Kok ada cowok seorang? Dari sini saja sudah bisa dibuktikan kalau f(x) bisa jadi grup K-pop yang mudah diingat. Ditambah nama-namanya yang sebagai besar memakai alias, makin mudah diingat.

Saya yakin kalau f(x) adalah grup SM Entertainment terbaik yang pernah didebutkan. Sayang, SM kurang bersikap arif. Saya menyukai konsep f(x). Visual mereka sempurna. Ada Amber. Seorang tomboi hardcore dari Los Angeles yang melanggar stereotip cewek di Korea. Dia sering bikin musik yang lumayan dan sangat pede jadi dirinya sendiri. Krystal juga berasal dari Amerika. Meski suaranya bukan yang paling menakjubkan, tapi enak dan unik seperti kakaknya Jessica namun dengan nada lebih berat. Gayanya sangat chic dan karenanya dia bisa memikat baik penggemar cowok dan cewek. Lalu ada Victoria, sang leader. Sungguh seorang dewi dari China. Bukan hanya aktris yang luar biasa tapi dia juga penari yang cantik. Luna adalah gadis yang penuh bakat. Dia penari hebat. Cukup bagus untuk menyaingi Victoria. Meski awalnya penari, ia telah berhasil mengubah dirinya menjadi vokalis bertenaga. Sulli adalah aktris dari dini yang terkenal dengan kecantikannya di usia muda. Dia benar-benar girly tapi juga imut. Komplit. Grup cewek terbaik di SM dan salah satu yang terbaik di skena K-pop.

f(x) dikenal untuk gaya eksperimental dan musik electropop yang eklektik. Mereka adalah satu dari sedikit kelompok K-pop yang diakui secara internasional, menjadi grup K-pop pertama yang tampil di festival beken SXSW yang rutin digelar di Austin, Texas. Selama kunjungan mereka ke Amerika Serikat, f(x) berkolaborasi sama Anna Kendrick dalam sebuah skit komedi untuk Funny Or Die.

Album kedua mereka, Pink Tape, adalah satu-satunya album K-pop yang dimasukkan Fuse dalam 41 Best Albums of 2013. Salah satu lagu dalam album tadi, Airplane, menjadi peringkat ketiga dalam 20 Best K-Pop Songs of 2013 yang dibikin Billboard. Pink Tape memang aduhai. Sejak debutnya, f(x) telah merilis empat album penuh. Bagi saya, lagu debutnya ada lagu debut terbaik dan paling saya sukai.

Pendengar kasual tidak perlu menanamkan diri habis-habisan dalam jagat K-pop untuk bisa mendapat daya tarik musiknya f(x), puji Pitchfork. 4 Wall yang dirilis 2015 lalu menjadi album pertama setelah ditinggal Sulli dan album paling akhir mereka. Semoga SM enggak lupa sama f(x).

Klip video K-pop penuh dengan warna-warna cerah. Ini sangat bagus untuk inspirasi visual. Dari desain set bahkan sampai rambut para idolnya, warna dikoordinasikan dengan hati-hati. Dalam desain, warna bisa menciptakan estetika tertentu. Tingkat saturasi dan vibransi yang berbeda akan memberi rasa yang berbeda. Secara matematis, f(x) bergerak linear bersama estetika. Lebih jauh, f(x) adalah estetika itu sendiri.

Soal kostum panggung, ini yang paling saya sukai. Dibanding SNSD dan Red Velvet, wardrobe yang mereka pakai enggak pernah bikin kecewa. Meski enggak lagi pemotretan majalah mode pun tetap asyik. Di konser tunggal pertamanya, Dimension 4 Docking Station, yang saya tonton di Youtube dengan kualitas cuma 360p, meski panggungnya mungil gitu, tapi dari visual art sampai wardrobe benar-benar sedap.

Periode sudah berubah, sudah banyak grup-grup idol generasi ketiga yang mencuat. Tapi f(x), meski dianggurin melulu, selalu di hati. Bahkan Blackpink pun biasa saja, enggak ada yang kayak f(x) di dunia per-Kpop-an. f(x) akan selalu jadi grup idol terindie, terkeren, terunik, ter-artsy, ter-aesthetic, ter-hipster, ter-swag kesayangan.

Advertisements

6 thoughts on “f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

    1. Emang didesain beda, snsd lebih girly, sedangkan f(x) lebih ke eksperimental dan artsy. Masalahnya, karena snsd diterima luas makanya yg lebih sering dipromote dan disorot. Tapi keduanya grup kesayangan

  1. Yah, mewek deh 😥

    Masih nggak terima F(x) gak dikasih comeback lagi tahun ini. Tapi mau gimana lagi. Aktivitas solo masing-masing udah full. Plus, member china sekarang kalo udah promo di china susah balik. Gak lucu juga kalo F(x) comeback cuma bertiga. Pas lagu “All Mine” aja itu bikin video klipnya masing-masing, dari negara yang berbeda beda hahaha.

    Walaupun suka SEMUA lagunya, MV favorit ku tetap Electric Shock dan Red Light sih

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s