Kamar Gelap

pg0_6556

sejarah mengenai melankolia

memuat kita semua

– Charles Bukowski, Love Is a Dog from Hell

*

Obrolan malam di meja kayu. Malam yang belum begitu larut. Seorang lelaki dan seorang gadis duduk di salah satu meja yang berada di teras luar kedai. Sebuah kedai kopi mungil di bilangan Buahbatu.

“Mau minum apa?” tanya si gadis. Dia mengambil kertas menu, dan melihat-lihat.

“Apa saja yang enak diminum pas cuaca dingin kayak gini,” kata si lelaki.

“Kalau gitu coklat panas, ya?”

“Coklat panas?”

“Ya.”

“Boleh.”

“Tapi aku mau kopi, sih.”

“Oke.”

“Kopi hitam yang paling pahit.”

Si lelaki pergi memesan dan kembali. Tak lama berselang, pelayan membawakan pesanan mereka. Ia meletakkan kedua gelas di atas tatakan sambil menatap ke arah sepasang kekasih tersebut. Si lelaki tersenyum dan berterima kasih. Pelayan melangkah balik dan hampir menginjak kucing yang tiba-tiba melintas di bawah langkahnya. Si lelaki lalu mengamati lampu-lampu jalanan. Si gadis masih masyuk menatap layar telepon pintarnya.

“Life is like photography we develop from the negatives. Kamu ngerti maksudnya?”

“Kutipan jadul. Dapat dari mana?”

“Ini caption Instagram.”

“Udah kadaluarsa tuh.”

“Iya, maksudnya gimana?”

“Itu proses cuci afdruk di kamar gelap. Pas masih zaman film analog.”

“Hmm?”

“Ya intinya kalau mau berkembang harus ngelewatin hal-hal negatif dulu gitu lah.”

Si gadis menyesap kopi hitam. Si lelaki kembali melihat lampu-lampu jalanan. Cahaya dari lampu membikin tonal warna kuning kemerah-merahan di jalanan. Si lelaki termenung, ada hama-hama yang terus menggerutu di kepalanya. Muncul beragam mengapa. Si lelaki tidak mengerti akan dirinya, tidak mengerti akan dirinya sendiri di dunia ini, namun anehnya ia merasa memahami begitu jelas si gadis di depannya.

“Kamar gelap, ya,” sela si gadis, menghela napas.

“Kamu udah ngerasa lebih baik?” tanya si lelaki.

“Dari tadi juga aku baik-baik aja,” ujar si gadis. “Enggak ada yang salah sama aku. Aku baik-baik aja, kok.”

Hanya ada malam. Siapapun itu, siapapun yang tidak lebih dungu, bakal cepat sadar kalau hubungan mereka tak akan bertahan lama dan tak akan sampai pada jalan yang lebih mendingan untuk menjauhkan diri mereka dari kemalangan.

Advertisements

4 thoughts on “Kamar Gelap

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s