Kau dan Aku Menulis Catatan Perjalanan

Lakukan perjalanan gila dan spontan, tuliskan, tambahkan humor, romansa dan sedikit melankolia, dan akhiri dengan permenungan, saya kira itu formula asyik membikin catatan perjalanan. Personalitas saya kira harus selalu ditonjolkan. Untuk gaya dan teknik menulis, enggak ada batasannya, kalau perlu bereksperimen, dan lakukan seanarkis mungkin. Sejauh ini, The Motorcycle Diaries: Notes on a Latin American Journey-nya Ernesto Guevara de la Serna alias Che Guevara adalah yang paling jawara bagi saya. Penuh gairah dan romantika masa muda, ditambah sentuhan kekiri-kirian. Inilah travelogue terbaik yang pernah saya baca. Disusul On the Road-nya Jack Kerouac. Meski ini disajikan dalam bentuk novel, dan seorang kritikus sastra menyebutnya bukan tulisan melainkan cuma ketikan. Yang pasti, satu kutipan yang paling terngiang dari novel itu adalah, “Guru terbaik adalah pengalaman langsung dan tidak melalui pandangan seseorang yang telah terdistorsi.”

 

Dunia Aleut!

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

“Nah, yang kayak gini nih bisa dibikin catatan perjalanannya,” ucap saya dengan kagok, antara kedinginan dan grogi.

Hanya ada gelap di depan sana. Kami harus balik kanan setelah sadar jalan menuju Patuahwatee yang keluar ke Kawah Putih enggak memungkinkan untuk ditembus. Kami sudah dibuat gila, tapi kegilaan kami belum cukup edan untuk memutuskan bunuh diri berjamaah melewati jalanan itu. Maka tidak bisa tidak, jalur pergi harus disusur kembali. Bedanya, ini sudah malam. Hanya ada gelap. Gelap dan rasa cekam. Namun aleutan motor yang mengular begitu rekat dan perempuan yang ada di jok belakang membuang waswas dan menambah awas saya.

Bukan hanya gelap, tapi dingin. Kemeja flannel biru kotak-kotak cocok untuk dipakai pergi kencan, tapi tidak untuk menghadapi serangan dingin Ciwidey. Solusi menumpas dingin paling ampuh saat itu, ini murni alasan fisiologis, tentu saja pelukan. “Urang cuma pake flannel teh buat modus,” canda saya. Tapi dia menolak…

View original post 555 more words

Advertisements

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s