Garuda, Jorge Luis Borges

c53a40080a659fbec3bd3614bf2fa6d1

Wisnu, dewa kedua dari tiga serangkai yang mengepalai panteon Hindu, selalu menunggang naga besar yang mendiami lautan atau di atas punggung Garuda. Wisnu digambarkan berwarna biru dan berlengan empat, masing-masing tangannya memegang gada, kerang, planit, dan teratai. Garuda adalah setengah burung hering dan setengah manusia, dengan sayap, paruh, dan cakar di satu bagian dan tubuh juga kaki manusia. Wajahnya putih, sayapnya merah cerah, dan tubuhnya emas. Patung Garuda, yang dibuat dari perunggu atau batu, disembah di kuil-kuil India. Satu ditemukan di Gwalior, didirikan lebih dari seratus tahun sebelum era Kristen di Yunani, Heliodorus, yang kemudian menjadi pengikut Wisnu.

Dalam Garuda Purana – salah satu dari banyak Purana, atau cerita kuno, dari pengetahuan Hindu – Garuda diuraikan dengan panjang lebar dari mula alam semesta, esens surya Wisnu, ritus kultus, geneologi silsilah raja-raja keturunan dari matahari dan bulan, plot Ramayana, dan berbagai topik ringan, seperti keahlian membuat ayat, tata bahasa, dan obat-obatan.

Dalam drama abad ketujuh yang diberi judul Keriangan Sang Ular dan dianggap karya seorang raja, Garuda membunuh dan setiap hari memakan ular (mungkin kobra bertudung) sampai seorang pangeran Buddha mengajarkannya nilai-nilai pantangan menahan nafsu. Dalam tindakan terakhir, Garuda yang telah bertobat tadi menghidupkan kembali lewat tulang-tulang dari banyak generasi ular yang telah ia makan. Eggeling menyatakan bahwa pekerjaan ini mungkin sebuah satir Brahmana pada Buddhisme.

Nimbarka, seorang mistikus yang titimangsanya belum pasti, telah menulis bahwa Garuda adalah seorang jiwa yang diselamatkan dalam keabadian, sama seperti mahkotanya, anting-antingnya, dan serulingnya.

*

Diterjemahkan dari satu bahasan Jorge Luis Borges dalam The Book of Imaginary Beings, sejenis eksiklopedia mengenai makhluk-makhluk imajiner.

Advertisements

One thought on “Garuda, Jorge Luis Borges

  1. Lagi-lagi nge-klik gegara picture-nya☺. Trus inget istilah: Garuda Wisnu Kencana, yup tunggangannya Dewa Wisnu kan emang Garuda, sesuai pic ini. Jarang tahu (atau aku yang ga tahu ya?) kalo penulis di luar Asia ngebahas soal kayak ini. Hmm, menarik dan aku jadi browsing soal Garuda ini.
    Thank you for share.. ^^

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s