MV Reaction atau Bagaimana Cara Merayakan Sesuatu yang Enggak Penting-Penting Amat

Baca dua ratus buku setahun sebenarnya bukan sesuatu yang wah. Secara matematis, seperti dalam pos How to read 200 books a year, ini perkara yang sangat mungkin. Bahwa dalam waktu yang kita habiskan di media sosial setiap tahunnya, kita sudah bisa baca sampai 200 buku. Tapi di zaman polusi notifikasi hari ini, tentu sulit. Kenapa pula kudu memusingkan diri baca 200 buku ketika kita bisa baca 50.000 komentar sampah juga beragam info hoax yang berseliweran di internet, terus gulir setiap media sosial sampai jauh, nonton video YouTube apapun, dan hal-hal penghabis waktu lainnya selama internet masih nyala?

Khusus untuk YouTube, saya pikir, dan bagi saya pribadi, ini situs paling keparat yang bikin waktu cepat lenyap dengan percuma. Awalnya nonton kuliah filsafat dari Slavoj Zizek atau dari The School of Life, lalu nonton dokumenter BBC tentang John Steinbeck yang menyuarakan Amerika atau liputan Aljazeera tentang kebiasaan orang Korea yang doyan mabok atau reportase VICE soal Yakuza, organisasi kriminal, dan ultra-nasionalis sayap kanan di Jepang, setelah bosen, lalu lihat trailer dari film-film baru, lanjut nonton konser Radiohead di Paris yang bawa lagu True Love Wait atau penampilan Efek Rumah Kaca di Tonight Show NET atau Ice Cream Cake-nya Red Velvet pas di Los Angeles, kemudian video ini, terus video itu, dan ketika melihat jam langsung mengumpat. Youtube dan video-video yang enggak selesai-selesai.

pewdiepie-simulator-cheats-hack-appcheatersxyz-how-visit-rooms-feature-locked-get

Andy Warhol sudah bersabda. Meramalkan bahwa di masa depan semua orang akan menjadi terkenal selama 15 menit. Itu hari ini. Semua orang bisa terkenal, untuk kemudian dilupakan. Ada yang benar-benar menampilkan bakat atau keahliannya, dan yang lain hanya dengan berani memamerkan kebodohannya atau pura-pura membodohkan dirinya, untuk berusaha keras melucu, meski enggak lucu-lucu amat, dan siapa pun itu, asal bisa direkam, tentu punya kans untuk dikenal. Semua bisa jadi seleb lewat Youtube.

Dari liputan Aljazeera tentang Korea Selatan ada juga soal fenomena Mukbang, yakni merekam dirinya ketika sedang menikmati makanan, dan ini jadi tontonan yang bisa sampai jutaan kali dilihat, dan bahkan menjadikan si pelaku tadi jadi semacam seleb, dan tentunya bikin pemasukan juga dari ginian.

Sudah lama saya pengen bikin video ginian, apalagi setelah baca Earn Money by Making MV Reactions in Youtube. Siapa yang enggak mau dapat duit hanya lewat merekam muka sendiri? Haha, oportunis sekali ya. Dalam artikel tadi, disebutkan kalau ada sebuah niche di Youtube, dan ini ada dalam skena K-pop. Sebagai fanboy, tentu ini bukan barang baru bagi saya. Sejak pertama tahu yang namanya MV Reaction, sudah ada keinginan buat bikin juga, tapi entah kenapa baru kemarin bisa terlaksana. Ada dua video reaction yang dibikin, satu India, satunya lagi Korea. Dalam dua hari, yang video reaksi lagu India masih belum melewati 50 view, sementara untuk reaksi Knock Knock-nya Twice udah di atas 800 aja. Seperti yang dibahas dalam artikel tadi.

MV Reaction, sederhananya adalah video di mana seseorang atau lebih menonton sebuah MV atau music video atau video klip dari lagu yang baru dirilis untuk pertama kalinya dan pada saat yang sama memberikan reaksi, baik komentar atau ekspresi. Sering pula, ada komentar yang minta agar si pereaksi tadi mereaksi video klip ini atau itu yang belum pernah ditontonnya, meski sudah lama. Antara si pereaksi dan video musiknya ada dalam satu layar. Video bisa dibuat lewat berbagai program komputer seperti aplikasi ReactorTV, yang makin berkembang popularitasnya sejak KCON 2013, hajatan tahunan Kpop di luar negerinya. Untuk bahasa pengantarnya, masih didominasi oleh Bahasa Inggris, meski sudah banyak juga yang berbahasa Latin, Prancis, Rusia, Arab, sampai Indonesia. Kita bisa nonton bagaimana lebaynya seorang Amerika berakun JREKML dengan jersey Manchester United merekasi Not Today-nya BTS atau empat cowok Filipina di Mississauga, Kanada dengan akun Fresh Baon mereaksi Playing With Fire-nya Blackpink atau gadis-gadis cantik asal Turki yang berakun K-Reactors mereaksi Monster-nya EXO dengan bahasa Turki yang njelimet tapi imut itu atau banyak lainnya. Kenapa pula video macam begini bisa banyak ditonton? Dan kenapa saya pun suka video beginiaan? Entahlah. Mungkin seperti soal fenomena Mukbang tadi. Untuk bacaan lebih lanjut bisa baca Establishing a New Dialogue: The MV Reaction Edition.

Ya, sudah lama pengen bikin MV Reaction, utamanya sama groupie yang suka cultural studies, estetika seni posmodern, dan sudah baca Twilight of the Idols-nya Friedrich Nietzsche. Tapi pas bikin ternyata grogi juga, ya. Bingung mau ngomong apa. Ternyata enggak semudah mainin Pewdiepie’s Tuber Simulator, tapi lebih mudah ketimbang harus baca 200 buku setahun.

 

Advertisements

9 thoughts on “MV Reaction atau Bagaimana Cara Merayakan Sesuatu yang Enggak Penting-Penting Amat

  1. Mas terjemahin cerpen luar sering2 dong. Biar dapat referensi tentang cerpen yg bagus. Terutama penulis2 terkenal. Biar dapat ilmunya lah please…..

  2. Yapyap…
    Zaman sekarang emang gampang banget ngumpulin duit via online. Semudah cek harga barang sebelum belanja di priceza.co.id. Tapi ternyataaaa teteeeep kudu sesuai bakat kita. Kalau gak bakat ngomong dan gak berjiwa narsis, mau ngerekam mukbang doang yg bermodal ‘makan rakus’ juga gak bakal berhasil.

    Kamuuu kayaknya bakatnya jadi analisis deh. Cucok

  3. dari dulu pengen nyoba bikin mv reaction, tapi masih krisis percaya diri buat cuap-cuap depan kamera hehehe

    baru test record muka sendiri aja bawaannya pengen langsung banting kamera hehehe

    1. Hehe, saya juga gini, apalagi kalau sendirian keliatan banget muka yg banyak bekas jerawat. Kebetulan pas itu lagi ada temen yg ngobrolin yg beginian, langsung aja eksekusi saat itu, jadilah video di atas.

  4. Biasanya video reaction itu pasti selalu kena copyright dari youtube, padahal kita cuma mereaction mv nya saja gan ? apa masih kita masih dapat keuntungan dari g adsanse ya gan kalau kata gitu ?

    baca” sih katanya si pihak pemilik mengizinkan untuk kita reaupload asalkan keuntungan iklan yang kita dapat hanya pihak pemilik video asal saja yang dapat keuntungan

    1. Iya sekarang rada ketat, otomatis langsung diklaim sama pemegang copyright. Adsense masuk ke sana. Paling kalau mau dapet duit ya lewat endorse.

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s