Kinal dan Bahaya Laten Idolisme

Dilematis sih. Saya banyak setuju sama asas pemikiran Karl Marx, sehingga rada benci terhadap sistem kapitalisme.  Tapi ya gimana, industri hiburan sungguh setan yang menjerat kaum kekinian. Saya masih teracuni dunia k-pop, masih jadi Sone (fans Girls’ Generation), dan sekarang mulai jatuh cinta sama JKT48, beberapa personilnya aja sih, belum jadi wota atau apalah namanya.

Ya konsekuensi akan sebuah kesendirian. Butuh penyaluran, tapi kepada apa? Dan munculah gejala idolisme sebagai opsi pelampiasan itu. Di era media sosial sekarang, antara seleb sebagai idol dan fans sebagai pengidol dibuat makin dekat, meski memang masih berjarak, semu, dan artifisial. Tapi nggak mengapa lah, siapa lagi coba yang mau ngasih semangat, ngucapin selamat pagi, ngingetin waktunya sholat, sampai pamerin selfie yang menggoda iman? Itulah yang dilakukan para personel JKT48 lewat akun Twitter-nya, dan satu di antara mereka yang saya suka banget adalah Devi Kinal Putri.

Kenapa suka Kinal? Nggak lain dan nggak bukan karena kesamaan nasib: sama-sama orang Bandung juga orang Sunda, sama-sama bergolongan darah A, sama-sama jomblo, sama-sama suka minum-minum Cimory dan sama-sama suka SNSD. Hah?

Hah?! Seorang idola ternyata ngidol juga? Personel JKT48 yang notabene anak sastra Jepang kok sukanya sama idol group Korea? Cewek kok suka sama girlband lagi? Ah terlalu banyak pertanyaan di dunia ini, dan saya adalah orang yang nggak banyak tahu serta nggak mau sok tahu. Apalagi ini soal perempuan, saya sebagai laki tentu nggak bakal kompeten buat menjawab ini.

Yang pasti, ini membuktikan kalau siapa pun bisa mengidolakan siapa pun. Idolisme memang ciri paling umum generasi dalam cengkraman kultur pop, inilah sebuah bentuk agama kontemporer. Makna idola sendiri memiliki konotasi berhala atau sesembahan. Dan ya, idolisme sudah menjadi agama alternatif di jaman sekarang. Bentuk budayanya nggak tunggal, jamak, paradoks, rumit, praktis, dan sarat sinkretisme nilai-nilai yang dianut massa jaman kini. Bagi mereka yang sedang dilanda krisis eksistensial, termasuk saya, idolisme ini sangat menggiurkan namun ada bahaya laten di baliknya. Jika jadi budak idol, kita hanya menjadi komoditas belaka para kapitalis.

Sama seperti Marx dan pemikirannya, yang kemudian jadi idealisasi, dan berakhir jadi idolisasi. Cita-cita mulia Marx, karena adanya pengkultusan dan fanatisme, justru berubah jadi mimpi buruk, hanya jadi ideologi yang bangkrut. Ah ngomongin Marx, nanti saya dicap kekiri-kekirian lagi, padahal kan saya anak muda kekinian. Ya sudah, mending nonton dulu dah video klip terbarunya SNSD.

Ya Allah, jauhkanlah diri ini dari beragam thagut, salah satunya bahaya laten idolisme ini. Jadikanlah cinta pada Kinal hanya sebatas kasih yang berjarak, karena siapa lagi coba yang bakal ngingetin untuk segera bobo kalau udah waktunya kecuali lewat akun @KinalJKT48. Sesungguhnya aku hanya orang beriman yang hobi bermain, namun masukanlah aku ke dalam golongan jomblo fisabilillah.


38 thoughts on “Kinal dan Bahaya Laten Idolisme

  1. sama-sama orang Sunda, sama-sama bergolongan darah A, sama-sama jomblo, sama-sama suka minum-minum Cimory dan sama-sama suka SNSD. ternyata banyak kesamaan nya juga kang, semoga akhirnya bisa bersama🙂

    1. Duh ada yg ngedoain, berarti kudu saya aminin deh. Amin.
      Makasih bang, semoga kami bisa dipertemukan dan dipersatukan dalam kebersamaan.

  2. “Tell me whyyyy… Ye mami mami chakku hanju linni…”

    #Hafal
    #UdahBikinCovernya
    #Diyoutube
    #PleaseJanganSearch
    #HAHAHAHAH
    #SalamSone❤

    Beberapa lagunya JKT sih aku suka
    tapi nggak begit tau member2 nya. cuma inget tim J lama yanga isinya melody nabila haruka dll.
    Itu juga cuma sampe fortune cookie. sejak itu nggak tau apa-apa lagi ckck

    1. Sama sih, JKT48 nggak terlalu kenal sama lagunya, cuma kenal beberapa membernya aja, salah satunya yg paling favorit ya si Kinal ini.

      Eh udah pernah cover dance SNSD belum?

  3. wah .. saya pernah diajak nonton jkt48 di fx jakarta …. salah satu manajemen-nya adalah teman saya ternyata …. setiap hari konser dan selalu ramai ya ….

  4. JKT48 cuma kenal Gen 1, abis itu rekrutmen sampe Gen 3 udah ga kenal lagi😀

    Pas banget kemarin iseng cek k-pop (aslinya gak suka), denger lagu Lion Heart. Asik juga musiknya.

    Btw, salam kenal😀

    =Dee=

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s