Harta Terpendam di Benteng Pendem

Bagaimana jadinya jika Dr. Henry Walton Jones, Jr. diajak vakansi ke Benteng Pendem di Cilacap ini? Pastinya sang arkeolog dan petualang ini akan selalu merasa gatal apabila ketemu reruntuhan tua semacam ini. Dan akan timbul pertanyaan pada diri seorang Indiana Jones, juga saya, kenapa harta karun berlimpah di sini kok belum terekskavasi? Ya, sesungguhnya ada harta terpendam di benteng bersejarah ini!

benteng pendem cilacap

Kustbatterij op de Landtong te Tjilatjap, atau arti Inggrisnya Coastal Battery on the Headland of Cilacap, merupakan benteng yang dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19. Terletak di pesisir Teluk Penyu, Cilacap, benteng yang rampung pada medio 1879 ini menjadi garis pertahanan selatan Pulau Jawa. Kemudian pada 1942 beralih ke penguasaan Jepang sampai berakhirnya Perang Dunia II. Dan akhirnya, bangunan kokoh ini terlantar dan terpendam zaman juga tanah pesisir pantai, maka munculah julukan Benteng Pendem ini.

Benteng yang berada di lahan milik Pertamina ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah Cilacap sejak 1986. Namun rupanya bekas markas pertahanan Belanda seluas 6,5 hektar ini belum belum betul-betul tergali, ada harta karun yang masih tersembunyi di sini.

Ya, harta karun dalam Benteng Pendem adalah potensi pariwisatanya yang belum tergali dengan baik, yang kalau mau dikelola sungguh-sungguh bakal menjadi aset penting bagi Kabupaten Cilacap. Memang Benteng Pendem tak sepi-sepi amat, terlihat banyak pengunjung, berhubung sedang dalam masa libur lebaran. Tapi bangunan bersejarah ini seperti kebanyakan obyek wisata di Indonesia: kurang terawat, salah kelola.

Obyek wisata Benteng Pendem terkesan kumuh, sehingga cocok jika makhluk halus doyan tinggal di sini. Dan memang, bangunan peninggalan Belanda ini sering dijadikan tempat syuting uji nyali oleh beberapa stasiun televisi swasta. Beragam mitos beredar soal arwah penasaran yang katanya dulu para tahanan yang disiksa di benteng ini. Setiap ruangan dibiarkan tanpa penerangan, bahkan ketika siang hari pun jika kita masuk ke dalamnya tak akan terlihat apa-apa jika tanpa bantuan senter, maka sungguh sempurnalah citra angker Benteng Pendem ini.

Padahal bangunan dari era kolonial ini memiliki nilai sejarah tinggi, yang nahasnya sangat kurang papan informasi tersedia di lokasi Benteng Pendem ini. Dengan tiket masuk sebesar Rp 8.000, harusnya cukup untuk pengelolaan sebuah obyek wisata.

Semoga pemerintah setempat bisa menggali betul-betul harta terpendam di Benteng Pendem ini, semoga potensi pariwisata yang masih terkubur ini bisa terekskavasi secara sempurna. Seminimal-minimalnya Benteng Pendem bisa jadi eduwisata yang fotografis. Haruskah mendatangkan Indiana Jones untuk menggali harta terpendam ini?

+

Post-scriptum:

Momotoran dengan jalur Bandung-Majalengka-Kuningan-Cirebon-Brebes-Bumiayu-Majenang-Cilacap-Pangandaran-Tasik-Garut-Bandung bersama beberapa pegiat Komunitas Aleut!@pamanridwan, @irfanteguh, @kobopop dan @vonGNR.


17 thoughts on “Harta Terpendam di Benteng Pendem

  1. Berwisata ke bangunan peninggalan penjajah selalu menerobos waktu ke masa lalu. Betapa semena-menanya mereka memeras bumi & isinya, serta manusianya.
    Dimanapun di nusantara ini banyak bangunan sejarah yang tak mendapat perhatian layak.

    1. Sejarah selalu menarik, memberi kita informasi dan inspirasi buat kehidupan kini. Dan ya, manusia adalah makhluk yg paling sering amnesia.

  2. Yang di Jabodetabek juga sama, Rip. Tempat2 wisatanya banyak yang ga terawat. PAdahal Bung Karno dengan lantang berkata, “JAS MERAH!”

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s