Kawin

kawinan komunitas aleut

Boleh dibilang lagu ‘Creep’-nya Radiohead dan ‘Laki-Laki Pemalu’-nya Efek Rumah Kaca sangat mewakili diri saya. Oh ya ‘Terlalu Lama Sendiri’-nya Kunto Aji juga masuk. Intinya orang yang pandai memendam perasaan, jadinya sudah terlalu lama sabunan. Sebagai lelaki tak bertanggung jawab, malas juga untuk mengikatkan sebuah komitmen.

Sesungguhnya coretan ini berawal dari obrolan malam Minggu di @KedaiPreanger, markasnya Komunitas Aleut!, setelah acara silaturahmi ke kondangan kawinan. Karena didominasi mereka yang tuna asmara maka diskusi diawali dengan bahasan nelangsanya nasib kami. Jomblo itu nasib atau pilihan? Kalau saya sih jawabnya ya dua-duanya. Selanjutnya beralih ke tema yang lebih berat dan abstrak, apa itu cinta?

Ya, apa itu cinta? Sebagai orang yang jago berteori dan beretorika, saya menyampaikan gagasan cinta yang referensinya dari Yunani kuno, tentang tingkatan cinta; Agape, Eros, Philia, dan Storge. Pokoknya, yang simpulkan adalah bahwa nikah, kawin, atau pacaran itu masuk kategori eros, karena misi utamanya untuk menyalurkan nafsu birahi. Tentunya ini bukan sesuatu yang hina karena kebutuhan seksual itu alamiah dan fisiologis, masuk kebutuhan dasar manusia.

Dan muncul pertanyaan baru, sebenarnya yang kita butuhkan itu cinta atau bercinta?

Let me ask you,why do we need love anyway, if in the end its all about feeding, breeding and protecting?

Tigapagi – Vertebrate Song (Maslow)

Ah terlalu banyak pertanyaan, adek lelah bang. Pokoknya jika mengacu pada agama Islam, pernikahan itu suatu kewajiban bagi seorang muslim. Pernikahan bukan hanya sebatas untuk kepuasan seksual. Sementara untuk pacaran karena nggak ada tuntunannya ya saya memilih melajang, jadi jomblo fisabilillah. Berusaha memantaskan diri dulu. Eh tapi mungkinkah seorang cupu dan cemen ini bakal dapat pasangan hidup?

Hanya bisa menunggu janji-Nya. Jodo, pati, bagja, jeung cilaka kagungan nu kawasa. Mungkin harus beresin skripsi dulu, baru bisa beristri kemudian.

bandros bandung pengantin baru

Oh hampir lupa terima kasih buat pasangan Ayan-Cici, berkat kawinan duo sejoli yang dipertemukan Komunitas Aleut ini akhirnya kesampaian naik Bandros. Ya, pengalaman perdana keliling jalanan Kota Bandung di atas bus yang lagi ngehits ini bareng pengantin baru. Jadinya kan baper pengen cepet kawin juga biar bisa nyewa Bandros.


37 thoughts on “Kawin

  1. Salam buat temannya, selamat buat pernikahannya, semoga langgeng sepanjang masa :)).
    Asyik, naik bandros, saya kepingin banget naik itu, soalnya sudah banyak baca tulisan teman-teman di sini soal bus tingkat itu, sepertinya asyik :)).
    Jodoh tak akan lari ke mana, Mas :hihi.

  2. Tah eta pisan, rif. Sekarang nyoba untuk memantaskan diri aja. Janji Allah mah pasti ditepati diwaktu yang tepat kok. *nu sarua jomblo fisabilillah mah kieu da, maeh setuju aja :))

    Btw, itu Bandros aseli bisa disewa untuk acara nikah? Baru tau :3

    1. Emang sekarang mah kalau mau naik harus nyewa per rombongan sih.
      Sabar weh da hirup mah perih. Duh Gusti pasihan ka kami, para jomblo fisabilillah, kasabaran tur ta kakuatan.

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s