Ingin Jadi TKI di Jepang

minna no nihongo belajar jepang

“Aku akan jadi raja bajak laut”

“Aku akan menjadi Hokage!”

Jujur, anime dan manga mengajarkan saya soal pelajaran hidup dan moral lebih banyak ketimbang dari pendidikan formal yang lama dan menguras banyak duit. Kartun asal Jepang ini mengajarkan kita untuk selalu bermimpi besar, dan nggak minder untuk mengumumkan mimpi ini ke khalayak banyak.

Konsekuensi jadi pemimpi besar adalah cibiran berupa julukan pembual besar dari orang-orang sekitar. Dan cara menangkal ini nggak lain dan nggak bukan adalah dengan terus berjuang dan bersabar. Bak Naruto yang harus menjalani 700 chapter sekitar 15 tahunan sebelum dia bisa menggapai cita-citanya sebagai Hokage. Dan begitupun Monkey D. Luffy yang kudu lebih bersabar lagi. Oleh sebab itu saya berani teriak, “Aku ingin pergi ke Jepang!”

kangoshi kaigofukushishi

Salah satu batu loncatan saya adalah dengan memilih kelas Bahasa Jepang ketimbang Bahasa Arab untuk mata kuliah wajib semester ini. Mungkin sudah jadi rahasia umum kalau ngambil Keperawatan tuh nantinya bisa kerja ke luar negeri, kalau nggak ke jazirah Arab, ya ke Jepang.

Emang kesempatannya terbuka lebar, ada dua pilihan bagi lulusan keperawatan yang pengen kerja di Jepang, mau jadi Kangoshi atau Kaigofukushishi. Soal ini udah saya pernah muat artikelnya di buletin dwibulanan kampus, BLITZ Issue #9

Yang mau saya pilih sih jadi kaigofukushishi, care worker yang kerjanya di panti jompo. Karena syaratnya cuma modal S1 Keperawatan, meski fresh-graduate pun bisa. Paling pelatihan dulu sekitar tiga bulanan dan udah bisa kerja di negeri Sakura itu.

Jepang itu salah satu negera paling fotografis. Yang paling menarik minat saya adalah soal fotografi filmnya. Ya, kamera-kamera analognya masih bertebaran di toko, mulus-mulus dan aksesorisnya lengkap, harganya juga mungkin lebih murah. Untuk roll film pun masih bisa mudah di temukan di toko swalayan.

Jadi ke Jepang sana sambil nyambil belajar memperdalam fotografi, khususnya street photography. Mungkin aja senasib kayak Xyza Cruz Bacani, tenaga kerja asal Filipina di Hong Kong yang dapat beasiswa dari agensi fotografi prestisius Magnum Photo. Jadi selama 10 tahunan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, dia luangkan waktu senggangnya buat bikin jepretan impresif di jalanan.

Ah sebelum berandai-andai terlalu jauh, kayaknya kudu membereskan skripsi yang macet, dan jangan sering bolos kelas Jepang. Biar bisa cepat lulus, diwisuda, dapat ijazah, dan ngelamar ke BNP2TKI sebagai kaigofukushishi.


28 thoughts on “Ingin Jadi TKI di Jepang

  1. Semangat buat perjuangannya, semoga tercapai ya Kak, jadi perawat dengan sambilan fotografer yang sukses, yang memperlakukan pasiennya dengan rasa sayang yang sama dengan rasa sayang ketika memperlakukan hasil karya jepretannya :)).

  2. Baru tadi baca postingan teteh sebelah, kalau bermimpi itu harus menghindari realistis, katanya. Bermimpi mah yang besar aja ga usah mikirin realistis da mimpi kan tujuan kita, kalau disatuin sama realita mah ya gimana cik?
    Ceunah gitu kata tetehnya x))
    Semangat kang!
    Saya juga mau ke Jepang soalnya makanannya lucu lucu :’)

    1. Ceweknya juga lucu-lucu, pengen nyicipin. Kimochi~

      Nah, saya tipe pemimpi kayak gitu, tapi seringnya mencampuradukan antara realita dan khayalan.

  3. Semangat rip, Jadi Hokage dan jadi punya memori dari jepangnya!
    bentar, baru tau kalo di jepang kamera analog masih dibudidayakan, ey. Keren.

    Entar nyusul ke Jepang deh setelah khatam ngelilingin Indonesia X) *sama sama lagi mimpi*

  4. Bahasa jepang itu, salah satu yang paling susah buat dipelajari~ paling mentok cuma bisa bilang ohaiyou~ *jadi pengen main ke jepang lagi deh :D* semoga berjodoh dengan jepang yak!😀

  5. Rata-rata senior ku kerja di Jepang Rif, kalok enggak ya mentok di Konsulat Jenderal Jepang atau pegawai bank.😛 *enggak nyambung*

    Semoga impian kamu segera terwujud yah. Aamiiiin..

  6. Ujung-ujungnya teteup karena Fotografi yaa, Rif. Di Jepang memang kece-kece dan katanya mudah sekali dapetin Analog yang Rare kalo di Indonesia. Mulus pula tentunya. hihi

    Semoga tercapai deh, Rif! *nanti kan bisa titip kamera analog TIAP mudik* :))

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s