Minolta P’s: Hasselblad XPan-nya Orang Kere

minolta riva panorama kaa 2015

“Maaf dari media apa ya?”

“Media sosial”

Atuh apa da aku mah hipster, liputan KAA 2015 pakai tustel baheula. Dan salah satu amunisinya adalah kamera bermode panorama yang ngehits medio 90an awal, Minolta P’s. Dasar generasi 90an yang rindu kegemilangan masa lalu.

minolta riva panorama tes roll 1

Oke, nampaknya saya jatuh cinta sama satu jalan menyimpang dalam fotografi, tertarik sama lomografi. Tapi jangan sebut saya lomografer, karena belum punya satu pun kamera asal pabrikan Lomo. Hanya suka pada dasar filosofisnya bahwa memotret sesungguhnya sarana bermain dan bereksperimen kita. Fotografi jangan terlalu diseriusin, kecuali kalau kita dibayar untuk ini. Yang pasti tetap jungjung tinggi faktor have fun.

Dan kamera point and shoot dari Minolta ini mainan yang asyik bukan dijajal. Dirilis tahun 1991, kamera ini dipasarkan dengan nama Minolta Riva Panorama. Untuk kawasan Amerika namanya Freedom Vista, sedangkan Minolta P’s untuk keluaran Jepang. Tustel berlensa 24mm dengan bukaan f/4,5 ini menghasilkan foto panorama dalam satu frame.

Lahirlah ABC-Apandi Baru! Saat kawasan Asia-Afrika jadi lautan manusia dan lautan kamera, saya malah tertarik untuk mengeksplorasi kawasan pecinan di Jalan ABC dan kampung-kota di bantaran Cikapundung, Gang Apandi. Karena saat di sebelahnya gegap gempita, di sini justru adem ayem. Sesuatu yang menarik minat saya.

kai man wong hasselbald xpan
© Kai Man Wong. Hongkong w/ Hasselblad XPan
minolta riva panorama tes roll superia bw
Bandung w/ Minolta P’s

Pejalan kaki jadi rajanya jalan raya. Momen langka yang kita jumpai saat puncak hari raya komemorasi KAA 2015. Tentunya ini sangat fotografis, pusat kota Bandung serasa Hongkong. Dan ini mengingatkan saya pada video Kai Man Wong, presenter DigitalRev, yang tengah asyik menjajal Hasselblad XPan, kamera film yang menghasilkan foto panorama.

Namun untuk XPan tadi harganya selangit, sementara si kamera unyu Minolta P’s ini saya peroleh hanya dengan mengeluarkan duit nggak lebih dari 100 ribu rupiah. Meski kualitas beda jauh, harga beda jauh, namun saya tetap bisa merasakan keunikan melihat dalam perspektif panorama.

Live in panorama!


46 thoughts on “Minolta P’s: Hasselblad XPan-nya Orang Kere

  1. Waduh, hasilnya masih tetep keren euy😀 Udah lamaaa banget nggak pegang kamera jadul kayak gini~ terakhir pake waktu masih SMP, pas studi tour ke Yogyakarta~ Sekarang masih ada yang jualan nggak ya kira – kira? Terus beli filmnya dimana?

    1. Seringnya saya dapet itu hasil pesenan di internet, banyak kok akun Instagram yg jualan keperluan fotografi analog. Harus rebutan aja sama yg lain.
      Ada juga grup “Lapak Jual Beli Roll Film” di FB.

    1. Hasil fotonya selalu bikin kesan nostalgia, lebih organik, ya meski untuk kualitas gambar ga sebagus hasil foto kamera digital. Dan emang masa penantian selalu diakhiri dengan kejutan hasil foto yg ga disangka-sangka.

  2. Aku juga punya Fuji Film yang bisa foto panorama dan ukurannya setelah dicetak jadi panjang, tapi lupa type apa ….

    Oia, itu bisa hasil fotonya di scan dulu ya ?? diafdruk trus hasilnya di scan ya ?

    1. Bener kan pernah ngehits kamera seperti ini, tapi waktu itu belum punya. Seneng kalau ada saudara dari kota yg datang, soalnya pasti sambil bawa kamera. Dan saya paling semangat buat dipoto.😀

  3. Wah, akhirnya ketemu blognya abang ini lagi! Duh, akibat gak follow nih hehehe.

    Kok ada sticker line-nya sihhhh, pengin! xD
    Dulu sempet suka gitu sama kamera lomo, tapi payahnya nggak bisa pakenya. Bingung gitu. Karena emang gak kebiasa. Lomography selalu punya hasil foto yang unik banget. Ya semacam vsco, ya filter-filter instagram gitu ya. Tapi tetep aja, kurang greget kalo gak pake kamera aslinya hehehe. Keep it up, lomographer itu keren dan unik!😀

    1. Ada yg perlu diluruskan.
      Itu bukan kamera Lomo, dan saya bukan Lomografer, lebih tepatnya belum jadi. Cuma adaptasi prinsip Lomografi aja: have fun.

      Iya lucu stikernya kayak aku.:mrgreen:

  4. Gue pernah beberapa kali ditanyain gitu: “Dari media mana?” Dan rada susah bilang fotografer lepas atau street photographer.

    1. Harus diproses dulu ke lab foto, baru bisa dilihat. Dan ini sensasinya, karena harus bersabar dulu, ga instan langsung muncul di layar LCD.

  5. Brown dan Cony-nya gak nahan! :haha.
    Keren, keren! Vintage-nya keluar banget–entah, foto ini jadi bercerita lebih banyak dari cuma sekadar gambar yang dihasilkan sebuah kamera :haha.
    Yang penting bisa bermain-main dengan kamera dan bereksperimen dengan gambar-gambar dan situasi yang terabadikan ya Mas! :)).

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s