Top 10 Kamera Analog Favorit di Indonesia

Kadang kita perlu melewati jalanan terjal berliku dan berlubang untuk mendapatkan sesuatu. Maka saya percaya dengan memakai kamera film analog bikin kita banyak paham soal fotografi, utamanya soal segitiga exposure: aperture, shutter speed dan ISO.

Bagi yang ingin tampil gaya, kamera analog ini dijamin bikin kada pede kita meningkat kalau lagi hunting foto. DSLR mah udah pasaran, sementara kamera analog tampilannya retro unik-unyu gitu, mirip-mirip kamera mirrorrless kekinian.

Nah, bagi kalian yang masih bingung mau memulai dengan kamera apa, berikut 10 kamera analog paling pasaran di Indonesia dan cerita dari para penggunanya. Hasil rekapan dari Jelly Playgroundone stop service-nya segala kebutuhan kita atas fotografi analog.

#1 Nikon FM2

1. Nikon FM 2 📷 ( Rate : BO 800K – 1JT) (SLR) RAMDIKA: Gw milih fm2n karena, satu affordable price, sebenernya nyarinya sih fm3a, dua physically good build quality (rigid, good on hand), interchangeable nikkor lenses, basically karena gw make nikon sih, jadi ga perlu invest lensa lain lagi 😁 make fm2n belom terlalu lama sih, ya sekitar setaunan ada lah 🔵 plusnya itu karena build quality bagus, jadi ga takut kenapa kenapa (kebentur dll, kecuali keujanan), speed up to 1/4000 nilai plus buat gw motret (seneng motret siang pake f besar, speed tinggi banyak ngebantu) 🔴 minusnya mungkin untuk metering belum support macem di nikon f100, terus untuk mainin exposure masih harus push / pull film setting di asa nya. dan karena lebih banyak metal based material jadi bodinya relatif lebih berat dari kamera sejenisnya hehe @ramdikaharianto valeuretmemorable.wordpress.com illustration : @safirayulia ps : Buat kalian yang pakai Nikon FM 2 boleh komen pengalaman kalian dengan fm2 ✋ #JellyplaygroundFAQ

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#2 Canon Canonet QL17

2. Canonet QL 17 (Rate 300.000-750.000) ( Rangefinder) @prinkasaraswati : Gw penggemarnya canonet, sebelum ql-17, gw punya canonet 28 which is my very first 35mm camera. Gw suka pake canonet karena gak ribet kayak yashica dan menurut gw range finder itu sangat praktis daripada slr. Lensanya yg berukuran 40mm gak sesempit 50 mm, tapi juga gak seluas 35mm. Gw suka karena ketajaman lensanya pas, gak terlalu tajam. Gw bukan penggemar kamera yang lensanya harus tajam banget. Pake canonet juga enak, karena di speed 1/15 dia nggak goyang. Stay steady. Jadi, kalo misal gw pake di indoor atau malam hari di gigs gitu masih bagus. So, overall, dia tidak mudah goyang (pendiriannya teguh kali ya), gak ribet kayak pake slr, sedikit lebih kecil, quick load buat film, lensanya yg 40mm itu pas (gak terlalu sempit maupun lebar), dan jangan lupakan bokehnya yg berbentuk segi 6! http://prinkasaraswati.blogspot.com ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Canonet Ql17 share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ #JellyplaygroundFAQ #canonet #ql17 #indo35mm

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#3 Yashica FX Super 2000

3. Yashica fx3 super 2000 (Rate body +lensa kit 500.000-800.000) ( SLR ) 📷 @abudheyo : Yashica FX-3 Super 2000 itu kategori kamera yang murah meriah, tapi hasilnya bagus. Punya karakter sendiri hasilnya, jarang bisa tajem, tapi kalo mau foto yang soft/moody gitu cocok banget. Yang gue suka karakter lensanya kalo bokeh swirly swirly gitu. Perfect companian untuk lensanya sih 50mm fix f/1:2 udah cukuplah. Body ringan, tampilan oke, makenya gampang juga. ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Yashica fx3 juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFAQ #yashicafx3

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#4 Nikon FM10

4. Nikon FM 10 (Rate body +lensa kit 600.000-800.000) ( SLR ) @astridpr: Gue anaknya kalo udah cocok pake kamera sesuatu sih jarang ganti2, berhubung udh cocok sama fm10 jadi gue pake terus selama belum rusak. Yang gue suka karena enteng jd enak dibawa2, dan cara pakenya cukup mudah. Yang kurang sukanya karena bodynya cepet ngeletek, itu doang sih Lensa kitnya sangat memuaskan haha, tajem bgt, padahal bukaan maksimalnya 3.5 tapi oke banget astridpr.com ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Nikon fm10 juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFAQ #NikonFM10

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#5 Olympus Mjuii

5. Olympus mju II (Rp. 400.000-800.000) ( pocket auto ) @homer_harianja : Sekarang ini, mju ii sudah satu tahun saya gunakan dan menjadi kamera yang paling sering saya pakai. Saat mencari kamera pocket, saat itu kriteria saya adalah fixed lens dgn fl 28 atau 35mm, minim shutter lag, kecil dan bisa dipakai saat hujan krn akan saya gunakan untuk street photography. mju ii memenuhi itu. saya pernah pakai dan punya pocket yang lain seperti yashica t5, olympus xa, xa4, rollei afm 35, contax T2, nikon af600, tp mju ii masih tetap yang paling nyaman dipakai untuk street photography, hasilnya juga memuaskan. Kekurangannya saya kira adalah mju ii pakai program shutter speed yang diatur secara auto, jadi saya harus pakai film minimal iso 400 utk dpt dof yang luas, finder kecil dan mudah bocor cahaya, mju ii saya backdoornya selalu saya selotip hitam. https://www.flickr.com/people/homerian/ ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai MjuII juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFAQ #MjuII

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#6 Yashica 35 GSN

6. Yashica 35GSN (Rp. 300.000-750.000) ( Rangefinder ) @isengproject : Kenapa milih yashica gsn? Ceritanya waktu itu pengen bgt punya rangefinder analog dengan budget sedikit. Pilihan waktu itu antara gsn atau ricoh 500gx. Setelah trial 2 kamera itu dirasa gsn lah yg paling cocok dari segi hasil, build quality, dan ergonomic nya. Apa keistimewaan gsn? Bodi besi kuat kayak tank, ergonimis, lensa tajam walau jamuran, harga bisa dibilang ekonomis untuk ukuran rangefinder dengan hasil foto yg bagus, Kekurangan gsn? Bodi berat dan bongsor. Udah itu aja hehehe www.flickr.com/photos/63897081@N05/ ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Yashica 35GSN juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFAQ #yashica #35gsn

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#7 Canon AE1

7. Canon AE1 (Rp. 600.000-1.000.000) ( SLR ) @yttriaa : Canon AE-1 yang saya punya dulunya milik bokap, yang beliau beli tahun 1980 di toko kamera legendaris Kamal Photo di Braga, Bandung. Karna makin lama makin ngga pernah dipake, tahun 2007 saya penasaran untuk coba dan akhirnya jadi ketagihan motret analog. Beberapa hal yang saya suka dari Canon AE-1: body-nya yang klasik dan good looking, dilengkapi dengan program dan komponen elektronik, view finder yang cukup lebar dan lega, lensa tajam, terbukti bandel (udah 35 tahun dan masih jalan! Walopun shutter button udah mulai agak ngadat). Kekurangannya yang saya rasa; ngga terlalu handy karna berat. Kalo udah cocok sama satu kamera, rawat dan pake terus sampe rusak. Walopun sedih karna rusak, bakal puas kalo rusaknya karna dipake🙂 https://www.flickr.com/photos/dillydillyday/sets/72157624948150359/ ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Canon Ae1 juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFAQ #canonae1 #canon

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#8 Pentax K1000

8. Pentax K1000 (Rp. 400.000-700.000) ( SLR ) @siadell : kebetulan pentax k1000-nya dikasi pacar, hadiah ulang tahun pertama dr doski hahahah dan udh suka pd pandangan pertama (sm pentax k1000 ya bukan sm *uhuk* pacar, hehe ga deng fin) sm tampilan body-nya. oh kamera slr pertama buat gw juga yg slama ini cuma main lomo dan pocket. kl cerita seru, kebetulan pas dapet lightmeternya udh mati jdnya beneran slr pertama yg ngira2 pas makenya jd hasilnya pun kadang suka ajaib. sedihnya skrg udh jd pajangan aja nih saking sakitnya udh menahun dan msh pgn nyari k1000 yg masih sehat walafiat lightmeter dllnya. http://www.morrieandoslo.com ps :yg mau tanya-tanya ttg kamera ini silahkan komen lsg di bawah ini.. Buat kalian yang pakai Pentax K1000 juga , share pengalaman kalian dengan kamera ini ya ✋ yang jual kamera ini juga silahkeun, siapa tau ada yg tertarik 👍❤ #JellyplaygroundFaq #Pentax #K1000

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#9 Olympus Trip 35

9. Olympus Trip 35 (Rp. 200.000-500.000) ( Point and Shoot ) @pengkolan_ Pertama-pertama, terus terang suka kamera ini karena liat bentuknya –keren, retro, dan relatif kecil (gue gak suka kamera yg besar2), trus habis itu googling ttg apa dan bagaimana karakter kamera ini dan reviewnya.. reviewnya keren, soalnya terutama krn kamera ini gak memerlukan baterai, cocok buat gue yg suka trip dan sering ke tempat2 yg listriknya kadang cuma setengah hari, atau jauh dari toko buat beli baterai. Terus, kamera ini point and shoot, tp somehow "rangefinder" juga, krn ada pilihan utk jarak fokus.. tapi instead of kameranya yg menemukan fokus, ini fotografernya yg musti menyesuaikan jarak object dg kamera.. karena gue bukan fotografer dan awam fotografi, kadang yg beginian suka lupa di-set sebelumnya. kalo hasilnya, menurut gue sih keren.. walaupun kamera lama, tp masih tetap menghasilkan foto yg lumayan.. ada efek2 grain(?)-nya yg lgsg leliatan bedanya dg hasil foto digital. sayangnya, kamera ini sangat sensitif dg cahaya.. cahaya kurang dikit aja, otomatis shutter button-nya ngunci.. blm pernah nyoba motret pake flash.. pengen sih nyoba kapan2 . walkingyaya.wordpress.com Itu kira-kira cerita dari Yaya ( @pengkolan_) kalo kalian yang pake trip 35 ada pendapat lain atau cerita lain mungkin? Share di comment ya.. #JellyplaygroundFAQ #Trip35

A photo posted by Film Photography (@jellyplayground) on

+

#10 Fujica M1

Akan selalu ada mereka yang mencintai hal-hal ketinggalan zaman. Baik itu orang konservatif yang nggak peduli terhadap kecanggihan dan menikmati kekolotan. Mungkin juga para manusia modern yang merasa bosan dengan kecanggihan, sehingga memilih menilik kembali hal-hal ‘retro’ dan ‘vintage’.

Untuk cara mudah memperoleh kamera analog ini adalah lewat forum jual beli di internet, atau jika ingin yang terpercaya mah lewat beberapa akun Instagram penyedia kebutuhan fotografi film analog. Yang saya rekomendasikan sih Jelly Playground, Hipercatlab, Socca, Morninggiant Shop, dan Funalogue.

Ingat, sesungguhnya setiap hobi itu adalah penghamburan duit. Apalagi fotografi analog ini.


53 thoughts on “Top 10 Kamera Analog Favorit di Indonesia

  1. Harga kamera-kamera ini betul yang ada di dalam kurung itu, Mas? Kalau benar, wah, relatif terjangkau ya, kalau dibandingkan dengan DSLR-DSLR termutakhir yang digit harganya banyak :hehe.
    Hm, membaca semua testimoni di atas, kok ya saya ikutan penasaran dengan kamera analog… di mana saya bisa mendapatkannya, kalau seandainya saya berminat?

    1. Iya harganya kisaran segitu. Kalau buat dapetinnya bisa ke jongko kamera jadul, di Jakarta dan Bandung sama-sama lokasinya sekitar Pasar Baru.
      Kalau mudahnya sih cari di forum jual beli kayak Kaskus, atau yg banyak mah di akun-akun Instagram kayak JellyPlayground tadi, rekomendasi akun yg lain ada Hipercatlab, Socca, morninggiantshop, dsb.

      1. Oh, di Pasar Baru Jakarta ada, ya… sebelah mana, ya Mas? Padahal PasBar dekat dari tempat saya :hehe.
        Sip, terima kasih rekomendasinya!

        1. Di sentra kamera lantai 3.
          Atau bisa juga ke tempat yg lagi ngehits Pasar Santa, di sana juga ada toko Shutter Button. Buat konsul keperluan fotografi analog.😀

  2. Ane belun punya dana buat beli kemera itu, sementara sekarang ane masih pakai kamera hp buat foto foto hahaha tp lumayan ding hp ane bagus😀

  3. kamera analog tuh keren, tapi lebih keren kalo foto pemakainya juga keren(imho)
    bukannya gak tertarik, cuma skg lebih milih yang simpel & otomatis dulu aja.
    yang di jepret bisa langsung upload.

    Mungkin ntar suatu saat saya bisa nyobain make analog
    hehehe

    1. Nah suka kamera analog ini karena liat hasil foto-fotonya yg serasa ada kesan nostalgianya.
      Ayo bang cobain, ya minimal dipake buat bikin foto camera porn lah.😎

    1. Beberapa kelas fotografi pake metode biar muridnya belajar lewat kamera analog.
      Harus inget aja konsekuensinya, pasti ada keluar uang.😀

    1. Muncul kok bang, mungkin karena pake javascript kudu nunggu rada lama, atau kudu direfresh dulu. Mungkin juga perlu diupdate dulu extension browser-nya.😀

    1. Tergantung selera, ini sebenernya daftar rekomendasi kamera yg harganya terjangkau.
      Tips buat yg baru nyemplung dalam kamera analog sih mending pilih yg harganya di bawah gope, untuk SLR bisa pilih Yashica fx 3 atau Pentax K1000 biasanya lengkap udah sama lensa.
      Buat yg terjangkau banget mah ya Fujica M1.😎

  4. Gue baru aj beli canonet ql17 Giii, dan sama sekali awam makeny gmn, load filmny gmn, batterai ny ap, sumpah pemula bgt. Mungkin ad tips and trick nya bg. Hehe thanks

    1. Belajar cara load film dulu, ini yg paling penting mah.
      Canonet G-III QL17 Review and Manual >>> https://www.youtube.com/watch?v=j8NBsM3foBQ

      Terus belajar Sunny 16, lalu belajar cara ngebidik kamera rangefinder. Bingung juga sih harus ngejelasin yg mana dulu, kalau pengen lebih jelas ikutan komunitasnya, atau kalau pengen nanya-nanya lebih jauh ke saya bisa bantu lewat Line: yeaharip

  5. Hai..mau tanya donk saya pny kamera yashica fx3 super 2000 simpenan babeh dulu. Nah ini mw di coba jeprat jepret amunisi asa 200 udh siap. Mw tanyanya adlah bagaimana settingan supaya hasilnya bagus di siang atw sore hari. Mhon petunjuk..mksh

    1. Itu lightmeter-nya masih idup? Kalau enggak bisa pakai aplikasi lightmeter di hape, donlot aja, tapi tetep akhirnya pake insting juga.
      Atau kalau mau maen aman, pake rumus Sunny 16: karena pake asa 200 maka setel shutter speed di 200 juga, kalau lagi berawan/rada gelap mau sore pake aperture 5.6-8, kalau cerah bisa antara 8-16. Saya biasanya kalau moto satu objek tiga kali jepret pake settingan beda, sambil dicatet angka shutter sama bukaannya. Nah, asyiknya pake kamera analog tuh ya ini, ngelatih insting kita.
      Hasil foto FX3 2000 tuh soft, karakternya moody gitu, apalagi kalau pake lensa bukaan gede, bokehnya lembut.

  6. kang mau nanya kalau ricoh KR-5 Super reviewnya gimana kang? apa termasuk setara dengan nikon F10 kituh? hehe hatur nuhun

    1. Yg selevel FM10 itu KR-5 Super II, soalnya shutter speed max 2000. KR-5 Super mah sama kayak Pentax K1000, ricoh lensanya juga pake mount k. Saran sih, kalau bisa Nikon ya mending ambil Nikon buat kamera film mah.

  7. kang mau tanya, saya ga begitu paham tentang fotografi, baru suka aja, apalagi kamera analog, saya dikasi kado kamera pentax k1000, tapi mirrornya ga turun, nah itu gimanain yah kang?

    1. Oh itu mirror lock, kudu diservis dulu, biasanya ada sirkuit metal yg kendor atau karatan. Masalah kamera analog lama emang gini.

  8. Kang mau tanya dong, tempat service kamera daerah bogor atau jakarta dimana ya? Kalo ada minta alamatnya hehe makasih

    1. Di Jakarta ada di Pasar Baru sama Pasar Santa, tapi ga tau kalau sekarang gimana. Kalau untuk Bogor, coba tanya-tanya aja ke @analogbogor di ig

  9. nih om tante bang adek..siapa tau para photographer atau kolektor berminat (YASICA FX-3 super 2000) lensa YASHICA 50mm Vivitar UV Haze japan & lensa YASHICA 70-200 cozo uv 55mm japan (minus lensa harus dibersihin dari jamur)..yg minat monggo ditawar aja atau call (081270984842) BATAM.

    1. Ada, yg perlu ditanyain ke penjualnya paling apa si lightmeter masih nyala. Soalnya banyak yg udah rusak.
      Bisa langsung masuk tapi kamera harus diset di Manual. Terus buat yg tipe ulir dan model lama harus pake adapter.

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s