Kampretnya Seorang INFP

we are infp

Banyak penelitian yang menjelaskan kalau ada korelasi antara kreativitas dan gangguan mental. Proses berpikir seorang yang memiliki kreativitas tinggi dipercaya memiliki kesamaan dengan skizofrenia. Memang, seorang INFP yang dianggap dianugerahi kreativitas tinggi adalah manusia delusional yang depresif.

Oh ya, INFP itu adalah satu tipe dari 16 tipe kepribadian lainnya dalam instrumen MBTI (Myers-Brigg Type Indicator), tes psikologis kepribadiaan paling sering digunakan. Dan penemu invetori ini adalah seorang INFP, sehingga membuat para INFP merasa sangat tergantung dan menjungjung tinggi hasil tes yang keluar. Mungkin kesalahan terbesar seorang INFP adalah ketika menemukan kalau dirinya INFP, dia jadi bajingan pembenci diri yang justru kagum pada dirinya sendirinya.

Mereka merasa dirinya spesial, merasa punya kemampuan istimewa. Tapi lama untuk bergerak, terlampau banyak memikirkan hal-hal enggak penting. Seorang idealis, yang terlalu idealis. Seorang pemikir, yang terlalu banyak berpikir dan berkontemplasi. Jika enggak dikasih dorongan buat memulai, hanya akan berakhir jadi onggokan sampah.

Mereka sungguh inkompeten, sering enggak menuntaskan apa yang mereka mulai. Sebenernya mereka mampu. Tapi sekali lagi, terlalu banyak mikir. Juga terlalu takut buat melakukan kesalahan. Bisa melihat banyak pilihan dan kemungkinan, seringnya malah kebanyakan, yang akhirnya malah makin bikin bingung.

Mereka kadang terlalu serius, tapi kadang terlihat main-main. Pendengar yang baik, namun mereka sebenarnya ingin didengarkan juga, ingin bicara tapi enggak tau apa yang harus disampaikan.

Seorang pesimis, tapi bisa jadi optimis, kadang skeptis, dan bisa jadi seorang oportunis. Mereka adalah kumpulan paradoks, saya pun sebagai bagian dari mereka belum mampu melihat diri sendiri seutuhnya.

Bagi kalian yang punya teman dari golongan mereka, maafkanlah kalau mereka tak banyak bersuara, soalnya dalam kepala mereka sudah terlalu berisik. Ya, mereka adalah orang-orang yang patut dikasihani, meski sebenarnya terlalu pongah untuk mengakui ini.


58 thoughts on “Kampretnya Seorang INFP

          1. Hahaha.. selama ini saya mencari siapa yang bener2 paham saya? Nggak ada. Saya merasa berbeda sendiri. Dan seperti yg diuraikan di atas. Saya merasa istimewa. Saya merasa serba bisa selama saya mau melakukannya. :v
            Dan selama saya mengamati di sekitar saya, nggak ada yg sejenis sama saya. Pantas aja sih, cuma 4% populasi dunia.

          2. Ada dua sih: buku dan kucing. Mereka dingin tapi dapat diandalkan.
            Tapi jangan lupa tetap berteman dengan yg namanya manusia.

          3. Yeah benar sekali..
            Dulu biasa ngomong sendiri tapi entah kenapa sekarang jadi lebih sering dan suka banget ngomong sama hewan terutama kucing seakan-akan aku mau bilang kalau aku memahami mu, Kucing. :3
            Kalau buku, ya.. suka kalau nemu ada buku cocok dengan ekspresi hati dan diri kita.. bawaannya jadi pengen curhat ke penulisnya :’v

  1. Ada beberapa kesamaan sama gue, nih. Ah tapi jangan langsung ngejudge dulu deh sebelum bener2 dites. Tapi btw nais inpoh bro. Jarang2 ada yg ngebahas psikologi abnormal begini.

  2. kak, mo nanya, sebagai sesama infp, gimana so far jurusan keperawatan? prospek kerja dll? lagi galau ttg karir nih. saya bentar lg lulus jurusan bisnis (marketing) dan tahun lalu baru sangat menyadari bahwa jurusan ga cocok bgt nih sama tipe personality..😦

    1. Galau juga, sama ngerasa salah ambil jurusan. Bahkan muncul ide buat putus kuliah padahal udah sampe semester akhir.
      Saat SMA juga dulu dibikin pusing juga gara-gara mikir salah kenapa ga masuk SMK. Pas udah masuk SMA, galau juga kenapa bisa masuk IPA bukan IPS.
      Maaf ga bisa ngasih saran, malah mungkin ini demotivasi ya. Maaf.😦

  3. Saya ISFP, tapi kadang saya bingung apa saya ini ISFP apa INFP, soalnya saya itu kadang suka berimajinasi yang aneh-aneh, alay dan banyak tingkah (overaktiv), namun di saat yg sama saya hidup di masa sekarang… hummmm, saya jadi bingung…😦

  4. Wow kak!
    Penjelasannya… Bener2 seperti apa yang telah aku pelajari atas diriku sendiri. Bener banget. Penjelasan yang gamblang. Jujur. Wkwkwk.
    Iya aku INFP. Dan kata2 kakak persis seperti apa yang saya rasakan/pikirkan tentang diri saya sendiri.

    Dan ya, saya orangnya suka sama hal yang berbau psikologi. Saya suka kepo2 sama diri saya sendiri. Penasaran dengan banyak hal. Cenderung nggak fokus sama satu hal. Dan semakin saya cari tahu, saya makin bingung sama diri saya sendiri.

    Bahkan saya bilang saya sendiri itu aneh. Seakan semua kepribadian ada sama saya. Saya pendiem, tapi cerewet. Saya nggak suka dikritik, tapi suka ngritik. Saya pemikir, tapi kadang juga ceplas2 kalau ngomong. Saya mudah bosan. Saya takut jadi pusat perhatian, tapi sering caper.
    Paradoks. Kompleks.

  5. Really nice info. Aku nih yang termasuk menjunjung tinggi hasil MBTI dan bangga banget masuk INFP hhahah.. Tapi kan INFP dibagi 2 lagi, yang Assertive sama Turbulent. Ada INFP yang lebih percaya diri dengan ide-idenya, yang berani menegur kalau ada sesuatu hal yang gak sesuai norma dan Pancasila (halah), yang berani debat sama makhluk-makhluk TJ yang gak peka karena gak mau diinjak-injak. INFP-A juga tidak lebih perfeksionis daripada INFP-T dan tidak takut belajar dari kesalahan. Jadi, INFP yang Assertive itu adalah sekampret-kampretnya INFP karena ia adalah seorang kampret dan masih bisa bersyukur 😂

    Btw, pengen deh, punya temen deket sesama INFP di dunia maya. Biar ada temen yang bisa diajak diskusi aneh-aneh 😝

  6. Wow..
    Semua penjelasan nya dari huruf paling awal hingga tanda baca paling akhir tuh bener2 saya banget.
    Btw saya ngetest dulu sebelum nemu postan blog ini, dan test saya memang INFP.
    Awalnya gak percaya INFP karna saya merasa saya itu sangat kompleks.
    Dan setelah baca ini, saya jadi bener bener percaya kalo saya INFP. salam kenal semua nya \(^O^)/

  7. Setelah baca ini gua ketawa sendiri.
    Kok gua kaya gitu ya, fix gua termasuk golongan infp kampret wkwk

  8. “sebenernya mereka mampu” well, mampu ada 2 : mampu karena emang mau dan mampu karena terpaksa dan orang INFP tdk suka mampu karena terpaksa.

  9. memang bajingan mereka tuh, SOMBONG.
    Kadang kalo dipikir-pikir bertapa sebetulnya paling hina diriku ini coy.
    Bijaksana tapi sebetulnya arogant.
    BTW aku benci dengan keINFPan aku sendiri ._. (baru aja test, padahal aku sudah melakukan hal-hal yang baru sebelumnya, tetep aja yang keluar INFP)

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s