Fujica M1, Kamera Mirrorless Buatan Indonesia

fujica m1

Inilah kamera mirrorless keluaran Indonesia yang ngehits sampai Prancis. Ya, saking mirrorless-nya, antara body dan lensanya plastik semua. Mungkin ga banyak yang tahu karena emang kamera ini diproduksi tahun 80an.

Fujica M1 merupakan kamera analog film yang ditelurkan PT Honoris Industry, anak perusahaan dari PT Modern Photo, distributor Fujifilm di Indonesia. Karena kamera ini jadi ‘kekinian’ di kala itu, maka dirilislah model internasionalnya dengan nama Fujica MA1.

Awalnya kamera ini dibanderol 15.000 dengan hanya satu pilihan warna hitam. Namun setelah Maya Rumantir jadi bintang iklan kamera ini, harganya melambung naik menjadi 25.000 rupiah dan model warnanya jadi makin bervariasi, ada merah, biru, hijau, dan putih. Nah, ini nih contoh iklannya waktu Fujica M1 bikin tipe warna-warninya.

fujica m1 iklan

Kalau pengen nyobain lomography, saya rasa bisa dengan si Fujica M1 ini. Ketimbang beli kamera LOMO yang sama-sama plastik tapi mahalnya ampun, atau Holga yang lebih murah dari LOMO tapi tetep keitung mahal juga.

Kalau boleh ngebandingin Fujica M1 ini secara bentuk fisik dan hasil foto mirip-mirip kayak Holga 135BC yang di pasaran harganya 400 ribuan. Nah, kisaran harga Fujica M1 yang ditawarkan biasanya dari 80-200 ribuan, tergantung kondisi dan kelengkapan. Fujica M1 sendiri masih terbilang mudah didapat di bursa fotografi internet.

fujica m1 load film

Ini adalah kamera low-end, dengan fokus tetap f 8/ 42mm lensa Fujinon dengan 3 elemen bukaan, setting aperture dengan dua simbol cuaca (cloudy f/8 dan sunny f/11) dan setting aperture untuk lampu kilat (flash f/8). Untuk shutter speed, hanya ada satu kecepatan rana sekitar 1/60 sampai 1/100 detik. Dan fokus di kamera ini lumayan membingungkan. Kamera ini mempunyai fokus hanya sekitar 0,5 meter sampai 2 meter.

Berikut beberapa hasil foto dari roll pertama bereksperimen sama si Fujica M1 dengan Fuji Superia 200 (fresh), saya mengadopsi moto Lomography, “don’t think, just shoot!”.

 

000008

000013

Settingan ISO-nya fix, sekitaran 125. Jadi kalau pakai itung-itungan ‘Sunny 16 rule’, rekomendasi filmnya ya yang 100 buat dipakai di kondisi cerah.

000015

000025

Jangan harap kita akan mendapatkan flare dari Fujica M1 ini, setelah saya coba berkali-kali mengambil foto menghadap matahari yang didapatkan maksimalnya hanya seperti foto di atas, bahkan kadang dapat hasil tanpa flare sama sekali.

000029

000030

Karena shutter speed yang ga terlalu cepat, jadi usahakan ga boleh goyang. Dan nampaknya Fujica M1 ini ga cocok buat dipake landscape karena fokusnya yang aneh.

000039

Jika ingin belajar teknik fotografi, khususnya untuk memahami yang namanya “Exposure Triangle”, maka jangan pakai kamera ini. Karena kamera ini didesain buat bermain, namanya juga toycam.😀

xxxxxxxxxxxxxxx

“Sometimes photography is taking little bit too seriously, is all about sharpness, accurate focus, soft bokeh, and the best performance. But sometimes perfection isn’t everything.” – Kai Man Wong


33 thoughts on “Fujica M1, Kamera Mirrorless Buatan Indonesia

    1. Paling murah ada yg cuma 50rb, tapi biasanya tutup belakangnya patah jadi kudu dilakban. Paling mahal bisa sampai 600rb yg lengkap sama box, flash, dan case kulitnya. Tergantung kondisi dan kelengkapan sih.

    1. Huuh pake film. Emang udah ga diproduksi lagi tapi masih bisa didapetin di toko barang antik atau yg jualan kamera analog di instagram.

  1. Toycam.. Tapi di zamannya uda ngehitz ya, Rif.. Wkwkwk..😀

    Dih. Kalok masalah apertur en bukaan, aku nyerah ah. Ngga tau masalah gituan. Mungkin harus lebih banyak praktek..😦

    1. Ngehits banget, sampe ekspor yg paling banyaknya ke Prancis.
      Kalau pake toycam ya ga usah pusing-pusing ngurusin exposure. Don’t think, just shoot.

    1. Ga ada mount tripodnya, namanya juga toycam buat seru-seruan doang.
      Iya ini lagi belajar pakai kamera film analog, soalnya kabita liat foto-foto di instagram yg pake hashtag #indo35mm

  2. btw, di posting ini repronya gimana?/film yg discan atau foto cetak yg discan?

    kalo cara scan filmnya gimana ya, gan?
    beda generasi sih, maklum generasi SD Card😀

    1. Cuci scan di Seni Abadi, lab film paling direkomendasiin di Bandung. Ini juga baru nyoba pake kamera analog gara-gara hashtag #indo35mm di Instagram.

  3. Wah, kayaknya ini kamera pertama yang saya punya dulu. Tahun 1986-an sore-sore dipanggil orang tua ternyata diberi hadiah kamera ini, hasil dari menukarkan kupon cuci cetak hehe…..
    Ditambahi uang untuk membeli lampu kilat, mereknya lupa (modelnya langsing warna hitam).

    1. Iya, meski ga punya, tapi tahu mirrorles itu kayak gimana. Ini mah cuma bercanda. Maksudnya ngambil arti kata secara literalnya, mirrorles = tanpa kaca.

  4. maaf mau nanya, saya kan baru punya fujica m1 + flashnya juga, gimana ya cara gunain flashnya, apa harus pake batre jenis tertentu juga? makasih sebelumnya

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s