Hari Ini Librarian, Besok Author

goodreads author

Saya memegang prinsip kalau kehidupan ini merupakan sebuah video game. Permainan yang dinamakan kehidupan dunia ini bergenre role playing game dengan plot yang menarik, gameplay ciamik, dan visual cantik, berhubung developer-nya sendiri Sang Kreator Yang Maha Kreatif.

Satu masalah, tingkat kesulitannya itu super susah. Lebih ngeselin ketimbang Flappy Bird. Kalau boleh dibilang tingkat kesulitannya itu: INSANE! Dan yang paling nyebelin di game bernama kehidupan ini nggak bisa pakai cheat.

Nah, dalam video game biasanya bakal ada yang namanya special power. Satu item atau kemampuan yang memudahkan kita dalam permainan, misalnya kalau di Super Mario Bros atau Cookie Run ada item yang bikin karakter kita nggak mati kalau kena musuh. Di game kehidupan nyata pun ada. Namanya buku. Cara pakai item ini pun gampang, ya dengan membacanya.

Oke, topik postingan ini bukan tentang main video game, tapi tentang membaca.😀

Karena seorang gamer, paling suka yang namanya menyelesaikan misi. Misi kita di dunia ini tentu aja ngumpulin poin pahala sebanyak-banyaknya. Dan tiap orang pasti punya misi-misi pribadi lainnya selain misi utama tadi. Ada misi jangka pendek yang sering disebut targetan atau resolusi, ada pula misi jangka panjang yang bernama cita-cita.

Saya orang yang nggak bisa fokus buat nyelesain misi, baik yang jangka pendek apalagi yang jangka panjang. Bahkan bingung apakah punya misi atau enggak. Pas masih kecil, saya anak yang nggak punya cita-cita mau jadi apa, paling malas kalau ada sesi tanya-tanya impian kalau di sekolah. Tapi kehidupan saya seakan berubah ketika kemudian berdekatan dengan item yang namanya buku tadi. Telat sadar, ternyata membaca adalah hobi saya. Seolah-olah dengan makin banyak baca, makin bertambah juga poin experience dan poin knowledge kita. Misi jangka pendek maupun jangka panjang pun akhirnya bisa terpampang jelas, bahkan saya yang buat sendiri misinya.

Meski jarang yang namanya bikin resolusi tahunan, tapi untuk 2014 ini saya punya target khusus. Misi jangka pendek untuk membaca sebanyak 100 buku. Gara-gara Goodreads sih, soalnya reading challenge tahun kemarin saya suksesnya sampai 197% untuk nuntasin 35 buku. Oh ya, Goodreads itu salah satu sosial media. Sosmed yang khusus buat para pecinta buku, baik pembaca biasa, pustakawan, penerbit, bahkan penulis.

Kalau di Kaskus ada tingkatan Newbie, Kaskuser, Aktivis Kaskus, Kaskus Holic, Kaskus Addict, Kaskus Maniac, Kaskus Geek, Kaskus Freak, sampai Made in Kaskus. Nah, di Goodreads sih adanya Goodreads Reader, Goodreads Librarian, sama Goodreads Author. Akun Kaskus saya sih udah Kaskus Maniac, sementara di Goodreads mah baru sampai Librarian. Maunya sih bisa mencapai kasta tertinggi jadi Goodreads Author.😎

“If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.” – Stephen King

Yap, misi jangka panjang saya jadi penulis buku. Kalau udah punya buku karangan sendiri otomatis dong jadi Goodreads Author. Ya, dengan konsisten baca konsisten nulis merupakan jalan bener untuk memuluskan misi ini.

Hari ini Goodreads Librarian, besok Goodreads Author! Lagi-lagi sompral visioner, semoga jadi kenyataan aja ah. Akankah?


40 thoughts on “Hari Ini Librarian, Besok Author

      1. Masa mahasiswa teknik sipil harus bangun bendungan biar dibilang praktek? Masa mahasiswa teknik kimia musti bangun pabrik dibilang praktek? Masa mahasiswa teknik aeronautika harus bikin helikopter supaya dibilang praktek? Masa mahasiswa teknik lingkungan harus bikin instalasi pengolahan limbah supaya dibilang praktek? Masa mahasiswa teknik perkapalan musti buat kapa selam supaya dibilang praktek? Bahkan sekalipun cuma uji lab aja mahal dan duitnya dari kantong sendiri..

        Bagian mana dan dalam cara apa mahasiswa teknik harus mempraktekan bacaannya? Kalo bisa jangan duit pribadi ya prakteknya.. Gk kuat bayar labnya kang😀

        1. Masa sih mahasiswa teknik sipil kuliah bertahun-tahun cuma buat bikin bendungan? Masa sih mahasiswa teknik kimia kuliah bertahun-tahun cuma buat bangun pabrik? Masa sih mahasiswa teknik aeronutika kuliah bertahun-tahun cuma buat bikin helikopter? Masa sih mereka kuliah bertahun-tahun cuma buat itu aja?

          Mahasiswa luar biasa itu ya mahasiswa yg ga cuma baca tentang ilmu keprofesiannya aja. Dan manusia luar biasa adalah bukan mereka yg banyak ilmu, tapi mereka yg bisa mengamalkan sekecil ilmu yg didapatnya buat kepentingan sesama.😀

  1. Moga bisa cepetan jadi Goodreads Author ya, Rif..😀

    Ah.. Akhir-akhir ini ngelahap buku psikologi mulu. Sampe psikologi ku sendiri terganggu.. *eh*

  2. Amin. Btw menurut sumber yang bisa dipercaya buku itu juga bisa membuat orang:
    – tak mudah lelah-jenuh (karena lebih penuh inspirasi dan harapan)
    – menemukan keajaiban (dengan ilmu)
    – lebih tak mudah hancur (dilindungi pengetahuan)

    Atau kalau dalam istilah role-playing jadul, buku bisa menambah: stamina, mana, dan hitpoints.😀

  3. suka salut sama yang hobi baca
    karena gue gak bisa kaya gitu hahaha baca apa apa setengah setengah
    resiko punya mood bosenan
    *curhatdikit*

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s