Fandom Capres

capres cawapres

Katanya sih ‘Idiot’ itu asal katanya dari kata Yunani Kuno, ‘Idiotes’, yang berarti orang yang ga tertarik pada politik. Jadi biar ga dianggap idiot, saya mau sok pintar ngomongin soal politik ah.

Biarpun ini negara demokrasi, tapi saya mah ga demokratis-demokratis amat sih. Biarpun begitu saya mah memegang teguh prinsip pemilu yang katanya harus “Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”. Makanya saya rahasiin capres yang saya dukung.

Info aja, saya mah ga suka debat-debatan, makanya ga nonton debat capres-cawapres kemarin. Mending ngenet buat nungguin Running Man episode 199 yang ada Park Jisung-nya. Tapi sayang belum keluar-keluar, jadilah nengok linimasa Twitter dan saya disuguhkan arena debat lainnya. Ah debat lagi debat lagi. Malesin deh.

Kirain twitwar cuma ada di dunia fans grup idol sama fans sepakbola, ternyata capres pun punya fandom segala yang hobi twitwar juga. Duh.

Beragam alasan mereka bergabung jadi fans capres. Kebanyakan sih kayaknya gara-gara termakan argumentum ad populum sama argumentum ad veracidium. Ada juga yang cuma pengen keren-kerenan. Atau apalah motifnya, saya mah ga tau dan ga mau tau juga.

Yang pengen saya bilang, hari ini mah semuanya serba kabur. Ga ada orang baik yang bener-bener baik, dan ga ada juga orang buruk yang bener-bener buruk. Jadi janganlah mengidolakan, apalagi sampai mengkultuskan seseorang. Idola saya mah cuma satu, Rasulullah SAW. Kalau grup idol favorit baru SNSD.😎

Saling cerca, saling hina, saling fitnah, apa untungnya sih? Kayak suporter sepakbola liga Indonesia aja, yang main siapa yang ribut siapa. Udah pusing sama pertikaian Viking-The Jak, eh sekarang ada perang antar fandom capres.

Iya, ga apa-apalah saya mah dianggap idiot juga. Cukup jadi Sone dan bobotoh aja, ga mau ikut-ikutan gabung fandom salah satu capres. Tapi nanti ga bakalan jadi golongan putih kok, ya moga aja sih saya inget kalau tanggal 9 Juli ada pemilu.

Pusing ah saya mah, nentuin pemimpin kudu pakai suara terbanyak bukan suara terbenar. Jadi berasa kayak nentuin pemenang talent show aja pake voting segala. Kayaknya kalau bisa hidup di zaman kerajaan abad pertengahan asyik, ga perlu ribet pakai pemilu buat nentuin pemimpin. Bakal asyik banget deh kalau kaya di serial Game of Thrones, ya asalkan sayanya masuk golongan bangsawan atau minimal kasta ksatria aja sih.

Seperti yang sering saya utarakan, kalau Sartre bersabda. “Aku berpikir maka aku ada,” maka saya mah bakal bilangnya “Aku berpikir maka aku mengada-ada.”


32 thoughts on “Fandom Capres

  1. Bahahah.. Koplaaaak😀
    Tapi kalo seandainya mereka jadi presiden dan wakil presiden, belom tentu bisa ngelawak lagi ya, Rif. Terlalu pusing mikirin Indonesia tertjintah😛

  2. Aku juga mau jadi ‘bangsawan’, trus yang jadi rajanya sopo?
    nanti bilik suara jadi saksi bisu ‘kejujuran’ fandom capres itu.

    1. Ya kalau monarki mah sang penguasa adalah mereka yg kebetulan lahir dari raja sebelumnya. Tapi ga tau juga sih, ga hidup di zaman Majapahit saya.

    1. Tapi emang bener sih moderatornya, harusnya debatnya kayak di Amrik. Ekslusif cuma capres sama moderator, biar ga gaduh.😀

  3. Naaaaahhhh ini diaaaa yg bakal saya pilih *eh. aku jg melewatkan debat capres, aku sadar diri gak cukup cerdas utk ikutan menganalisa perdebatan mereka. mending tiduuur. Golput hardcore, nyehehhehe.

  4. :)) Gak ada Kim Jong Kook, Rif? Jadi capres gitu. Yang tegas, berani, dan berotot. Atau Jae Suk, yang pintar, komedian abis, tapi kurus. :))

    Itu Kang Gary mending bareng Song Ji Hyo, monday couple.😛

    1. Kalau Kookie mah bakal lebih sibuk ngurus badan ketimbang ngurus negara.😆
      Eh tapi om Jaesuk tuh badannya oke punya kayak idol loh, ngegym bareng sama Kookie soalnya.

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s