Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond

logo bivb persib

Seorang komentator sepakbola di televisi pernah berceloteh kalau sekiranya Persib bertanding, Bandung seakan jadi kota mati. Suatu hiperbola yang benar karena sebagian besar orang akan menghabiskan waktunya untuk menonton Persib, baik di stadion langsung atau di siaran televisi rumah masing-masing.

Ya, Persib seakan menjadi magnet bagi warga Bandung. Selalu menyedot perhatian, pertandingannya selalu ditunggu, selalu bikin penasaran, bahkan bagi orang yang ga suka sepakbola sekalipun. Dan yang hebatnya, atmosfer yang sama terjadi juga di kota-kota lain di Jawa Barat. Persib juga milik Jawa Barat. Coba bayangkan, Persib merupakan satu klub sepakbola yang didukung satu provinsi!

Dan pada hari yang mendung tapi tetap indah ini (14/03/14), Persib menginjak usia 81 tahun. Dilihat dari umurnya yang sudah sangat lansia ini, kita bisa menyimpulkan kalau Persib punya sejarah yang panjang. Nah, dalam rangka milad Persib kali ini, sebagai narablog sekaligus bobotoh, saya akan sedikit mengulas sejarah lahirnya klub kesayangan ini.

Alkisah, sepuluh tahun sebelum lahirnya Persib, di kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923 dengan Mr. Syamsudin sebagai ketua umumnya. Kemudian, posisi ketua umum tadi diteruskan kepada R. Atot yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat pertama. Atot sendiri merupakan putra dari pejuang wanita Dewi Sartika.

BIVB bukan hanya sebatas klub sepakbola saja. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin.

Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib.

Nah, dari sini bisa saya simpulkan kalau kefanatikan bobotoh terhadap Persib ini salah satunya timbul karena klub satu ini ikut andil dalam sejarah pergerakan bangsa ini. Persib terlibat aktif baik dalam perjuangan pra maupun pasca kemerdekaan. Ga salah kalau saya menyebut kecintaan terhadap Persib sebagai sebuah implementasi dari “jas merah”-nya Soekarno.😀

Menyoal soal logo BIVB, kemungkinan besar julukan “Maung Bandung” yang ditujukan bagi Persib timbul karena logo tadi juga.

Menyinggung sedikit juga, logo BIVB lebih asyik ketimbang logo Persib yang hanya mencomot logo pemkot Bandung saja. Oleh sebab ini, beberapa waktu lalu PT Persib Bandung Bermartabat menerima petisi perubahan logo Persib melalui laman change.org. Nah, salah satu opsi yang diberikan adalah dengan mengganti logo Persib sekarang dengan logo BIVB agar sejarahnya tetap ada.

Saatnya ada perubahan lebih baik, baik logo dan prestasinya ke depan.

Saya akhiri postingan ini dengan mengutip ucapannya teh Ratna, bobotoh dari Cirebon yang lolos Masih Dunia Lain tadi malam dan dengan pedenya bilang secara live, “Hari ini Persib ulang tahun ke 81. This is for you pangeran biruku.”

#Persib81saJuara

+

Referensi:


11 thoughts on “Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond

    1. Mungkin lebih tepatnya perseteruan Viking vs Jakmania. Tapi karena kebiasan yg timbul, bobotoh, orang Jakarta, Persib, dan Persijanya kena getahnya juga.
      Masalah pasca era reformasi ini mah, ga terlalu klasik.

  1. Selamat Ulang Tahun Persib…
    #hoyongnamah ngucapkeunna ku puisi basa Sunda, tapi teu bisa euy…
    Nu penting mah Persib salawasna..
    Eleh meunang tetep Persib..😉

      1. Amin lah Mang..
        Meskipun sayah urang Kuningan, sayah cinta Persib sedari orok.
        Pernah sayah menyimak pertandingan Persib dari radio dua band, soalnya TVRI gak nyiarin…
        #sensasinya sesuatu bingit…:mrgreen:

  2. semoga persilatan eh persepakbolaan indonesia semakin maju, yang ada di berita jangan isinya suma pertempuran para supporter..

    saya sebagai orang jakarta mengucapkan selamat ulang tahun persib, semoga semakin maju

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s