Hacker Tidak Seangker Yang Dibayangkan

Beberapa waktu lalu, saat mengklik hasil pencarian google tentang blog saya ini, anehnya malah dialihkan ke http://p3p0.com/, pas nyoba sekali lagi malah masuk ke situs antivirus palsu. Setelah cpanel dicek, ternyata wp-config.php udah diacak-acak, saya langsung berpikir pasti ini pekerjaan Hacker.

Tapi apakah benar ini pekerjaan Hacker? Sebagai muslim yang baik kan harus husnudzon (positif thinking). Memang saya juga salah karena mengganti permisi file-filenya menjadi 777 (bisa diakses siapapun), sehingga ada celah kan. Tapi bukan semuanya salah saya, lalu siapa lagi yang harus disalahkan?

web kena hack

Jangan Mudah Percaya Media!

Maksud saya jangan hanya melahap segala informasi yang masuk tanpa ada penelitian lebih lanjut, biasakan bersikap kritis. Jangan mudah percaya media 100%!

Dalam film-film, Hacker sering digambarkan sebagai orang yang terobsesi untuk menguasai sistem, dan tidak jarang dianggap sebagai kriminal yang berani merampok atau bahkan sering meresahkan sistem pemerintahan. Dan yang paling parahnya Hacker disamakan sebagai teroris. Padahal seharusnya sebutan itu disandingkan dengan Cracker.

Mungkin judul film keluaran 1995 yang dibintangi Angelina Jolie harus direvisi menjadi “Crackers”, hehe.

Film-film bertema Hacker
Film-film bertema Hacker

Kesalah-kaprahan penggunaan terminologi hacker tersebut notabene berawal dari negara kelahirannya sendiri, Amerika Serikat. Kemudian masyarakat dan media massa di Indonesia pun mau tidak mau melakukan hal yang sama, menggunakan terminologi Hacker yang bias dengan terminologi Cracker.

Hacker Bukan Sinonim dari Cracker!

roy suryo bicara hacker dan blogger

Jangan samakan Hacker dengan Cracker! apalagi kalau menyamaratakannya dengan Blogger, jelas jauh banget tuh.

Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang Hacker dan Cracker. Banyak orang selalu mengambinghitamkan bahwa Hacker lah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka sebenarnya adalah Cracker.

Cracker-lah yang harus disalahkan. Merekalah yang menggunakan celah-celah keamanan yang ada untuk menyusup lalu merusak sistem tersebut.

Hacker memang hobinya mencari-cari celah (bug), akan tetapi dia tidaklah merusak sistem tersebut melainkan melaporkanya kepada empunya sistem tersebut agar segera memperbaikinya sehingga memiliki sistem keamanan yang tangguh.

Tidak hanya penulis, Hacker pun punya kode etik sendiri. Kode etik Hacker pada mulanya diformulasikan dalam buku karya Steven Levy berjudul Hackers: Heroes of The Computer Revolution, pada tahun 1984. Kode etik Hacker tersebut tertulis :

  1. Akses ke sebuah sistem komputer, dan apapun saja dapat mengajarkan mengenai bagaimana dunia bekerja, haruslah tidak terbatas sama sekali.
  2. Segala informasi haruslah gratis.
  3. Jangan percaya pada otoritas, promosikanlah desentralisasi.
  4. Hacker haruslah dinilai dari sudut pandang aktivitas hackingnya, bukan berdasarkan standard organisasi formal atau kriteria yang tidak relevan seperti derajat, usia, suku maupun posisi.
  5. Seseorang dapat menciptakan karya seni dan keindahan di komputer.
  6. Komputer dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Sebenarnya tidak banyak berbeda antara Hacker dan Cracker dalam hal kemampuan dan penguasaannya dibidang komputer . Hanya saja kalau seorang Cracker menemukan sebuah celah keamanan yang lemah dalam sistem justru memanfaatkanya untuk kepentingan pribadi dan tidak jarang pula suka merusak sistem yang telah dimasukinya/dikendalikanya.

Antara Hacker dengan Cracker juga, sebenarnya masih ada spesialisasinya. Ada yang namanya Defacer, Phreaker, Hacker Wannabe, Script kiddies, Scammer, dan Newbie. Tapi tenang tidak akan dibahas disini kok, Insya Allah di postingan berikutnya.

Kesimpulan

Hacker Bukan Cracker, Hacker bukanlah penjahat! Hacker merupakan suatu profesi mulia, asal jangan terjerumus saja menjadi Cracker. Bahkan Hacker pun berperan penting dalam kemajuan perkomputeran, seperti si pencipta kernel Linux, Linus Trovalds.

Mungkin tanpanya, shaum saya tidak barokah karena memakai OS bajakan.
Mungkin tanpanya, shaum saya tidak barokah karena memakai OS bajakan.

Kalau saya ibaratkan Hacker itu “orang yang masih memegang syariat”, tapi kalau Cracker saya sebut “orang yang sudah bernubuat ke aliran sesat”, maaf kalau terlalu lebay.

Muslimhackers.net

Sekarang sudah banyak situs-situs atau forum-forum di internet untuk belajar menjadi Hacker. Tapi menguasai seni hacking saja belum cukup, oleh sebab itu saya rekomendasikan Muslimhackers.net sebagai sarana belajar. Dan mungkin dalam rangka mempererat ukhuwah islamiah untuk memajukan IT di Indonesia ke arah yg lebih baik, amien.

“If you’re a good hacker, everyone knows your name. If you’re a great hacker, no one knows who you are”

+

+

NB:

  1. Ini ‘Postingan Yang Hilang’. Alhamdulillah ada rekapan di note fb, jadi bisa repos.
  2. Diposkan pada 10 Agustus 2010 saat masih ngeblog pake hosting sendiri di sokocon.web.id. Pas masih anak SMA.😎
  3. Pos yg menjadikan saya pertama kalinya memenangkan lomba blog, jadi runner up.
  4. Gambar ilustrasi dibikin pake Paint.NET sama GIMP, belum bisa Photoshop waktu itu.
  5. Sekarang pakenya Windows 8 bajakan, ga pake Linux lagi.😯

52 thoughts on “Hacker Tidak Seangker Yang Dibayangkan

  1. banyak yang berpikiran kalo “hacker” itu kerjaan-nya cuma bisa “ngerusak” aja padahal dibalik itu kan pasti ada “membangun-nya”🙂

    1. Ya, emang ada. Jadi kaya istilah white magic dan black magic aja.
      Tapi kalau buat magic mah kan mau yg hitam atau putih sama-sama haram.

  2. memang betul tuh, masa cracker disamakan sama hacker, jelas berbeda antara hacker dengan cracker. dan yang paling konyol itu, apa hubungannya sama blogger haha😀

  3. kayaknya banyak yang masih menggunakan tools juga klo ngebobol website..dan tools itu buatan orang lain, bukan buatan si pembobol…lalu si pembobol mengganti halaman depan nya (deface) dari web yang dibobol dngan tools..lalu mengaku lah bahwa dia “hacker”…padahal menurut saya, dia cuma pengguna tools

    1. Ya masih defacer amatir yg cuma pake tool orang lain mah, ada istilahnya ‘script kiddies’. Tapi biasanya dia bakal sombong, ngaku-ngaku seorang hacker.

  4. ohw jadi seperti itu ya, kalo nantinya blogku dibobol orang mungkin ku biarin aja kali.. gak ngerti masalah beginian hehehe^^’

  5. “If you’re a good hacker, everyone knows your name. If you’re a great hacker, no one knows who you are” –> bacanya merinding, jadi pengen jadi hacker… hati cewek~

  6. sepertinya yang menantang dalam programing emang cracker ya? bikin virus lalu membobol sistem, dikejar polisi hidup dalam action kayakfilm2 holywood. misalnya film die hard 4.0.

  7. Hacker itu pengembang / tukang proteksi website. menemukan kesalahan / kekurangan yang ada di web trs di benerin biar kagak / sulit di bobol hacker lainya.
    Cracker itu cuma nyuri2 password gitu ya bang ?! salag apa bener mohon di koreksi, itu yang ane tau bang kalo hacker plus cracker menurut pikiran ane😀 hehehe. thanks nitip link…

  8. waktu masih hangatnya Hacker Indonesia serang Aus , saya pengen banget jadi hacker, coba belajar sebentar, tapi belum ada yang di aplikasikan, .//

    nah, ini kayaknya keren.. saya coba deh hacker muslimnya

  9. Bedanya hacker sama ceker apa ya mas hehehehe.btw hacker juga gak pernah bilang dia hacker. kalo bilang-bilang biasanya cuman script kiddies

  10. setuju mas.. hacker tidak sama dengan cracker.. liat film Die Hard 4, itu anak muda yang sama Bruce Willis kan malah membantu memecahkan masalah negara..

    terus film The Core juga.. banyak yg salah kaprah ttg hacker dan cracker.. ya contohnya si roy sukro kayak digambar diatas

    1. Nah emang contoh film yg bener ngegambarin hacker tuh salah satunya di Die Hard 4. Film The Core saya belum pernah nonton sih.

  11. saya jg prnah nih nulis ttg hacker terus ada yg protes, hehe –v
    ternyata, hacker tuh biasanya cuma pngn tau kekuatan sistem aja ya, gak ngerusak.. tp bnyknya org bpkir ngatif ke hacker..

  12. Emang sih, sejauh ini salah kaprah istilah hacker sama cracker. Istilah hacker sendiri lebih populer di Indonesia ketimbang Cracker, hehehe… Kalo crackers mah bikuit, hehehe

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s