Kuliah Psikosa dari Film

lpj tontonan november film psikotik

Menurut bapak Psikoanalis, Sigmund Freud, kepribadian manusia terdiri atas tiga sistem, yakni id, ego, dan super-ego. Susunan teratur, kerjasamanya harmonis. Nah, pada psikosa, susunan tadi ga akur, bahkan antara ego dan super-ego jadi jenuh, sehingga seseorang ga dapat menghayati realita.

Oh ya, psikosa ini kalau bahasa awamnya gangguan jiwa. Arti psikosis sendiri sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham (delusi) dan halusinasi, selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat.

Ada beberapa istilah yg harus kita pahami dulu

  • Halusinasi. Yaitu pengalaman persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Ada halusinasi visual, auditori, phantosmia (penciuman), gustatory (pengecapan), dan perabaan.
  • Waham (delusi). Yaitu keyakinan yang salah dan kuat yg tetap dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas sosial. Contohnya merasa dirinya seorang nabi (waham agama), menganggap ada penyakit di tubuhnya (waham somatik), atau merasa dirinya sudah mati (waham nihilistik).

Nah, film adalah salah satu sarana untuk lebih memahami yg namanya psikosa ini. Jadilah untuk bulan November ini, karena mata kuliahnya Sistem Neurobehavior II tentang psikosa, ya tontonannya film-film tentang orang gila.

#1 A Beautiful Mind (2001)

Mental illness: Schizophrenia | Actor: Russel Crowe

beautiful mind skizofrenia

Jadwal kuliah paling asyik ya nonton bareng film ini sekelas.😎

Film biografi yg diangkat dari kisah nyata matematikawan peraih nobel ekonomi, John Forbes Nash, dalam perjuangannya melawan penyakit Skizofrenia yg dideritanya.

Setelah menjadi profesor di MIT dan mendapatkan pekerjaan di bagian crytography, hidupnya berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Untung, istrinya, Alicia Nash (Jennifer Connelly), selalu setia dan tak pernah lelah memberi semangat. Dengan dorongan semangat serta cinta kasih yang tak pernah habis, Nash bangkit dan berjuang melawan penyakitnya.

Skizofrenia adalah diagnosis psikiatri yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ungkapan realitas. Ditandai dengan adanya waham dan halusinasi. Ada beberapa tipe Skizofrenia, berdasarkan PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Kejiwaan), dibagi menjadi sebagai berikut:

  1. Skizofrenia Paranoid. Jenis skizofrenia yang paling sering dijumpai. Gambaran Klinis didominasi oleh waham-waham yang secara relative stabil, sering kali bersifat paranoid, biasanya disertai oleh halusinasi-halusinasi, terutama halusinasi pendengaran dan gangguan persepsi.
  2. Skizofrenia Hebefrenik. Suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yg bersifat mengambang serta terputus-putus, perilaku yang tak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Suasana perasaan pasien dangkal dan tidak wajar, sering disertai cekikikan atau perasaan puas diri, senyum sendiri, atau oleh sikap yang angkuh. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta inkoheren, Ada kecenderungan untuk tetap menyendiri, dan perilaku tampak hampa tujuan dan hampa perasaan.
  3. Skizofrenia Katatonik. Gangguan psikomotor yang menonjol merupakan gambaran yg esensial dan dominan dan dapat bervariasi antara kondisi ekstrem seperti hiperkinesis dan stupor, atau antara sifat penurut yang otomativs dan negativism. Sikap dan posisi tubuh yang dipaksakan dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Episode kegelisahan disertai kekerasan merupakan gambaran keadaan yg mencolok.
  4. Skizofrenia Residual. Suatu stadium kronis dalam perkembangan suatu gangguan skizofrenik dimana telah terjadi progresi yang jelas dari stadium awal (terdiri dari satu atau lebih episode dengan gejala psikotik yang memenuhi criteria umum untuk skizofrenia di atas) ke stadium lebih lanjut yang ditandai secara khas oleh gejala gejala “negatif” jangka panjang, walalupun belum tentu ireversibel.
  5. Skizofrenia Simpleks. Suatu kelainan yang tidak lazim dmana ada perkembangan yang bersifat perlahan tetapi progresif mengenai keanehan tingkah laku, ketidakmampuan untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan penurunan kinerja secara menyeluruh. Tidak terdapat waham dan halusinasi, serta gangguan ini bersifat kurang nyata psikotik jika dibandingkan dengan skizofrenia subtype hebefrenik, paranoid dan katatonik. Ciri ciri ‘negatif’ yang khas dari skizofrenia residual timbul tanpa didahului oleh gejala gejala psikotik yang overt. Bersama dengan bertambahnya kemunduran sosial, maka pasien dapat berkembang lebih lanjut menjadi psikotik, pendiam, malas, dan tanpa tujuan.

Dan untuk kasus John Nash ini masuk dalam tipe paranoid.

Aripmeter: 85% | IMDb rating: 8,1 (Top 250 #186)

#2 Shutter Island (2009)

Mental Illness: Schizophrenia | Actor: Leonardo DiCaprio

shutter island screencap skizofrenia

Shutter Island adalah film thriller Amerika Serikat tahun 2010 yang disutradarai oleh Martin Scorsese dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Film ini diadaptasi dari novel tahun 2003 yang berjudul sama karangan Dennis Lehane.

Pada tahun 1954, dua Marsekal A.S., Edward “Teddy” Daniels dan rekan barunya, Chuck Aule, pergi ke Rumah Sakit Ashecliffe khusus tahanan sakit jiwa di Pulau Shutter yang terletak di kawasan Boston Harbor, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap menghilangnya pasien Rachel Solando.

Sesaat setelah tiba, badai menerjang pulau dan mereka tidak dapat pulang selama beberapa hari. Daniels merasa para staf tidak bisa diajak bekerja sama: kepala psikiater, Dr. John Cawley, menolak memberikan catatan staf rumah sakit; Daniels dan Aule dilarang memeriksa Bangsal C (Ward C); dan mercusuar pulau sudah diperiksa.

Aripmeter: 85% | IMDb rating: 8 (Top 250 #236)

#3 Donnie Darko (2001)

Mental Illness: Schizophrenia | Actor: Jake Gyllenhaal

donnie darko screencap

merupakan sebuah film psikologi thriller ditahun 2001 yang disutradarai oleh Richard Kelly dan diproduseri oleh Adam Fields.

Pada tahun 1988, seorang remaja, Donnie Darko (Jake Gyllenhaal) terpaksa bertemu dengan seorang psikiater karena masa lalunya yang bermasalah. Pemuda ini terkadang berjalan dalam tidur dan melihat seekor kelinci yang berpenampilan layaknya setan bernama Frank (James Duval). Makhluk yang hanya bisa dilihat oleh Donnie ini mengatakan bahwa kiamat akan datang dalam waktu 28 hari, 6 jam, 42 menit, dan 12 detik.

Esoknya, Donnie berkenalan dengan seorang perempuan bernama Gretchen Ross (Jena Malone). Berkat pesta Halloween yang diadakan oleh Donnie dan sang kakak: Elizabeth (Maggie Gyllenhaal), keduanya pun dekat, Donnie memutuskan untuk mengunjungi Grandma Death bersama dengan Gretchen dan dua temannya. Di tengah jalan, mereka bertengkar dengan dua orang preman hingga menyebabkan kematian Gretchen. Lalu, benarkah kiamat akan datang sebentar lagi? Dan, siapakah Frank?

Sebenernya ga murni soal Skizofrenia, ada unsur supranatural dan konsep tentang mesin waktu.😯

Aripmeter: 85% | IMDb rating: 8,2 (Top 250 #190)

#4 Rain Man (1988)

Mental Illness: Autism | Actor: Dustin Hoffman

rain man savant autism screencap

Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang dialami sejak lahir ataupun saat masa balita. Karakteristik yang menonjol pada seseorang yang mengidap kelainan ini adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain.

Film yg disutradarai Barry Levinson ini menceritakan kisah bagaimana seorang adik menjalin hubungan dengan seorang kakak yang menderita autisme. Adalah Charlie Babbitt (Tom Cruise), seorang pengusaha muda yang energik, workaholic, pemarah, penuh muslihat dan pintar berkilah mendapat warisan dari bapaknya yaitu sebuah mobil klasik dan bunga. Urusannya menjadi lain ketika sebagian besar harta bapaknya sebesar 3 milliar dolar diwariskan kepada seseorang yang ternyata adalah kakaknya sendiri, yaitu Raymond Babbitt (Dustin Hoffman).

Raymond Babbit adalah seorang penderita autis savant yang dipisahkan dari saudaranya Charlie setelah ibu mereka meninggal dunia pada tahun 1965. Raymond ditempatkan pada sebuah lembaga penampungan orang autis Wallbrook di Cincinnati.

Dalam film rain man diketahui bahwa Raymond menderita autis savant, yaitu penderita autis yang memiliki kemampuan khusus yang luar biasa. Dalam hal ini adalah kemampuan menghitung dengan cepat, mengingat dan memperhatikan sesuatu dengan detail. Raymond bisa menghafalkan sejarah dan menghafal buku telepon beserta nomor teleponnya dari abjad A sampai setengah abjad G.😯

Rain Man terinspirasi oleh kisah hidup Kim Peek. Peek bukanlah karakter fiksi seperti Raymond tapi merupakan karakter nyata.

Aripmeter: 85% | IMDb rating: 8 (Top 250 #246)

#5 Girl, Interrupted (1999)

Mental Illness: Borderline Personality Disorder | Actress: Winona Ryder

girl interrupted borderline personality disorder

Borderline personality menunjukan adanya ketidakstabilan dalam suatu hubungan, mood, dan citra diri.

Borderline yaitu ambang. Dikatakan ambang karena memang diketahui para penderitanya berada pada “ambang” psikosis, para penderita gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi yang mereka miliki.

Gangguan kepribadian borderline adalah gangguan kepribadian digambarkan sebagai gangguan berkepanjangan fungsi kepribadian dalam diri seseorang, biasanya di atas usia delapan belas tahun, ditandai dengan kedalaman dan variabilitas suasana hati.

Sikap dan perasaan terhadap oranglain berubah-ubah dengan cepat dalam peroode yang singkat. Emosinya juga tidak teratur dan perubahannya tidak luwes. Subjek sangat memperhatikan argumen, cepat marah dan sarkastik dalam memandang oranglain.

Diangkat dari buku berjudul sama yg merupakan kisah nyata penulisnya, Susanna Kaysen, film ini dibintangi oleh Winona Ryder, Angelina Jolie, Whoopi Goldberg, dan Brittany Murphy.

Setting film ini adalah di Amerika Serikat pada tahun 1967. Film ini berkisah tentang seorang wanita muda berumur 18 tahun yg dianggap mengalami gangguan kejiwaan. Ia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak satu botol aspirin dengan sebotol vodka, dan mengalami halusinasi, sehingga harus dirawat di Claymoore Hospital.

Aripmeter: 80% | IMDb rating: 7,2

#6 Silver Lining Playbook (2012)

Mental Illness: Bipolar Disorder | Actor: Bradley Cooper

silver lining playbook bipolar

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi, seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis.

Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi).

Diadaptasi dari buku dengan judul yang sama oleh Matthew Quick. Setelah tinggal di rumah sakit selama 8 bulan, Pat Solanido (Bradley Cooper) kembali ke rumah orangtuanya, bertekad untuk ‘hidup’ kembali, selalu berpikiran positif, dan ingin rujuk dengan Nikki (Brea Bee). Ayahnya diberhentikan dari pekerjaannya dan berusaha mengumpulkan uang untuk membuka restoran dengan cara menjadi bandar judi olahraga.

Beberapa saat tinggal di rumah orangtuanya, Pat mengalami kesulitan beradaptasi. Seorang temannya, Ronnie (John Ortiz), mengundangnya untuk makan malam di rumahnya. Saat makan makan ini, Pat dipertemukan dengan Tiffany Maxwell (Jennifer Lawrence), adik ipar Ronnie yang juga mengalami depresi, dipecat dari pekerjaannya setelah suaminya meninggal.

Dari pertemuan inilah hubungan ‘aneh’ antara Pat dan Tiffany dimulai.

Aripmeter: 81% | IMDb rating: 7,9

#7 Fight Club (1999)

Mental Illness: Dissociative Identity Disorder | Actor: Edward Norton, Brad Pitt

fight club screencap

Penyakit Dissociative Identity Disorder adalah penyakit kejiwaan yang membuat penderitanya memiliki kepribadian ganda dan selalu ingin menjadi orang lain.

Hingga kini, penyakit kepribadian ganda masih menjadi kontroversi dalam bidang ilmu psikologi karena kasus-kasus yang tercatat begitu sedikit. Sebagian ahli juga memperdebatkan kesahihan diagnosis akan penyakit ini karena dianggap sangat subjektif.

Fight Club adalah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1999 yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Disutradarai oleh David Fincher dan diperankan oleh Edward Norton, tokoh protagonis dalam film ini yang tanpa nama dan selaku narator. Film yang mengisahkan seorang pria yang terjebak dalam kehidupan sebagai masyarakat pekerja “kerah putih” yang terlibat klub pertarungan ilegal.

Film dibuka dengan cerita dari sosok Narator (Edward Norton), seorang pegawai kantoran yang mengalami penyakit insomnia. Karena ga bisa tidur di malam hari, ia kemudian mengikuti terapi aktivitas kelompok orang yang bermasalah, seperti kanker, cacat, dan lain-lain. Dan cara ini cukup berhasil mengatasi insomnia yang dialaminya tersebut.

Semua mulai berubah ketika ia bertemu dengan Marla Singer (Helena Bonham Carter). Seperti dirinya, Marla juga berpura-pura menjadi korban untuk menghadiri klub-klub tersebut. Si Narator kemudian juga bertemu dengan Tyler Durden (Brad Pitt), seorang tukang sabun eksentrik, merangkap pekerja film dan pramusaji, yang tampaknya tahu banyak tentang sistem kapitalisme dan konsumerisme modern. Pertemuan dengan kedua orang inilah yang akhirnya mengubah kehidupan si Narator.

Tema yang diangkat oleh film ini adalah tentang kebebasan, pemberontakan dan perlawanan orang-orang yang dianggap tertindas oleh tuntutan kehidupan modern seperti konsumerisme dan kapitalisme. Banyak quote-quote sarkastik yg saya suka dari film ini

You’re not your job. You’re not how much money you have in the bank. You’re not the car you drive. You’re not the contents of your wallet. You’re not your fucking khakis. You’re the all-singing, all-dancing crap of the world.

We’ve all been raised on television to believe that one day we’d all be millionaires, and movie gods, and rock stars. But we won’t. And we’re slowly learning that fact. And we’re very, very pissed off.

Aripmeter: 92% | IMDb rating: 8,8 (Top 250 #10)

#8 The Aviator (2004)

Mental Illness: Obsessive Compulsive Disorder | Actor: Leonardo DiCaprio

the aviator obsessive compulsive disorder

Merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.

Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.

Howard Robard Hughes, Jr. (24 Desember 1905 – 5 April 1976) adalah seorang penerbang, insinyur, industrialis, produser film, sutradara film, filantropis Amerika Serikat dan salah satu orang terkaya di dunia.

Ia memperoleh ketenaran pada akhir 1920-an sebagai seorang produser film, menghasilkan pendapatan besar dan film-film kontroversial. Hughes juga salah seorang penerbang paling berpengaruh dalam sejarah. Ia memecahkan berbagai rekor kecepatan udara dunia, membangun pesawat Hughes H-1 Racer dan H-4 “Hercules”.

Hughes diingat karena kelakuannya yang eksentrik dan hidup menyendiri di akhir hidupnya, disebabkan oleh gangguan obsesif-kompulsif.

Aripmeter: 80% | IMDb rating: 7,5

 

Salah dua "100 wishlist of Arif Abdurahman"
Salah dua “100 wishlist of Arif Abdurahman”

Kebanyakan film bertema psikotik kalau boleh saya bilang merupakan film-film yg layak ditonton. Untuk pemainnya, ini hadiah sinematik bagi mereka untuk unjuk kemampuan aktingnya dalam memerankan karakter yg perlu pendalaman yg ga biasa. Bagi direktornya, ini tantangan untuk menghasilkan karya visual disertai detail narasi dalam pengeksplorasian gejala psikologis.

Dan bagi penontonnya, film bertema psikosa menjadi jendela bagi kita untuk lebih peka kepada mereka yg mengalami kelainan.

Oh ya, admin Arip Blog juga kalau boleh buka rahasia sebenernya punya salah satu gangguan mental yg disebutin di atas. Ada yg bisa tebak?😉

Reality is so boring, world is suck, society are pretty dumb, and I realize I just a shit on this universe. But life is a must. And always be grateful! -Arif Abdurahman

Ya, cara agar terhindar dari gangguan mental sebenernya sangat gampang. Satu kata kunci: BERSYUKUR!


42 thoughts on “Kuliah Psikosa dari Film

  1. A Beautiful Mind (2001)
    Shutter Island (2009)
    Donnie Darko (2001)
    Fight Club (1999)

    sudah nonton. cuma yang paling berkesan sama film shuuter island.

  2. Dari semua film di atas, shutter island yg pernah kutonton, dapet deh emosinya..
    ada lagi sih film yang kurasa masuk kategori psikosa “Dream House” keren dah, pria yg hidup seolah-olah dengan keluarga utuhnya padahal udah jauh2 hari dia yang membunuh mereka ckckck..

  3. Maaf yah, aku kurang suka sama ilmu2 beginian. Selain bapak ilmunya itu seorang atheis, kurang begitu suka manusia jadi objek penelitian. Seringkali juga, orang2 tertentu (baca: punya kemampuan spiritual) – oleh ilmu psikologi/ilmu2 kejiwaan lainnya, dibilangnya mengidap gangguan kejiwaan. Di Amerika, sering menemukan fakta bahwa ilmu2 kejiwaan sering dijadikan tameng atau apalah namanya – dalam menghadapi kasus2 yang berhubungan sama spiritual yang umumnya, sampai sekarang, sulit dijelaskan secara ilmiah. Orang2 dewasa yang masih percaya hal2 seperti itu sering dikatakan sebagai orang gila atau mengidap gangguan jiwa tertentu. Itulah aku nggak begitu suka untuk belajar ilmu2 kejiwaan lebih lanjut. Sekedar tahu, ya nggak apa-apalah. Hehehe

    Pernah nonton film horor The Shelter? Ini reviewnya: http://immanuels-notes.blogspot.com/2011/07/review-shelter.html
    Itu tentang seseorang yang diduga mengalami gangguan jiwa bernama kepribadian ganda. Padahal si cowok memang dirasuki makhluk halus.

    1. Emang semua disiplin ilmu di zaman ini mah konsepnya harus bersifat empiris logis, menolak mentah-mentah yg namanya agama yg disebutnya dogmatis. Apalagi yg bersifat supranatural atau metafisik.
      Dan emang buat yg punya “kekuatan-kekuatan supranatural” kalau dalam ilmu psikologi dikategoriin pengidap sakit jiwa.
      Konsep Barat emang begitu, dan saya juga emang ga suka sama ininya mah.

  4. Nambah lagi nih. Kebanyakan orang yang mendalami ilmu2 kejiwaaan di Amerika atau Eropa, pasti akan jadi ateis atau agnostik. Wong orang yang takut Tuhan aja – tau nggak? – bisa dibilang mengidap phobia. Jarang para sarjananya di sana, yang percaya akan keberadaan Tuhan, surga, neraka, atau malaikat,

  5. tontonan kelas berat neh, biasany sehabis ntn ane langsung nimbrung ke forum2 br dpt kesimpulan dg berbagam sudut pandang.

  6. nice post…
    tapi maybe kalo boleh nambahin…salah 1 klasik paling populer-nya Hitchcock..’Psycho’,,
    meski orang lebih mengidentikkan Norman Bates as a psychotic,,but nyatanya dia lebih condong ke dissociative Identity Disorder + oedipus complex = Psychotic ^^

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s