Thinking Without The Box!

Sekarang mah zamannya “Yang kreatif yang bertahan”. Kreativitas udah jadi semacam kemampuan yg wajib dimiliki semua orang, ga hanya terbatas pada seniman aja.

Satu frase paling populer sekaligus klise soal kreativitas adalah “Thinking out of the box”. Berpikir beda sama orang kebanyakan. Kudu anti-mainstream. Nah, timbul satu pertanyaan, masalahnya orang yg anti-mainstream itu udah kebanyakan sekarang. Berarti anti-mainstream itu udah mainstream. Berarti biar kalau mau anti-mainstream kita harus jadi mainstream. Tapi kan yg mainstream itu berarti… ah syudahlah.

Pada akhirnya yg anti-mainstream suatu saat pun pasti akan jadi sesuatu yg mainstream, dan berlaku sebaliknya. Setiap menit, bahkan detik, dunia berubah. Semuanya serba relatif.

Okeh. Jadi kesimpulannya seorang Arif Abdurahman yg sok arif ini mengkritisi frase “Thinking out of the box” ya? Hmmm. Gimana ya, nggak juga sih sebenernya. Saya cuma pengen “thinking out the box” dengan menganut frase bikinan saya sendiri, “Thinking without the box”. Ngapain juga cape-cape mikirin boks.

“Thinking without the box” udah lama jadi judul tumblr saya. Makna dari frase ini menurut saya berpikir lah sebebasnya-bebasnya, ga usah mikirin itu pasaran atau sesuatu yg baru.

Selain itu, dengan konsep “thinking without the box”, kita ga perlu alergi sama yg namanya mainstream. Ga semua yg beda itu baik. Ga ada salahnya jadi mainstream. Dan ga haram juga jadi anti-mainstream. Pokoknya mah ga usah mikir ke-mainstream-annya, yg paling penting karya kita bermanfaat atau engga.

Who cares about the box. Nothing else but Spongebob who need that stuff to have an imagination. – Arif Abdurahman

Yah. Saya juga sebenernya ga terlalu paham juga sama makna “Thinking out of the box”. Apakah emang konsep “Thinking without the box” saya ini sebenernya “Thinking out of the box” juga? Ah syudahlah.

Yg mau saya tekanin, kreativitas itu titipan Allah maka gunakanlah karya yg tercipta dari hasil proses kreatif tadi untuk menebar kebaikan.😀

Ga naik tangga apalagi yg eskalator. Saya naik lift.

34 thoughts on “Thinking Without The Box!

  1. Sekarang mah zamannya “Yang kreatif yang bertahan”. Kreativitas udah jadi semacam kemampuan yg wajib dimiliki semua orang, ga hanya terbatas pada seniman aja.<– gw suka kata-kata ini!!!

  2. berpikirlah sebebas-bebasnya i like it.. jangan berfikir dalam kotak… keren mas kunjungan perdana salam kenal

  3. Memang berpikir kreatif mah jangan ada batasan (kecuali aturan agama) termasuk si ‘box’. Dengan berpikir dari segala arah, upstream-downstream-mainstream dan stream yang lain.

    Dengan cara seperti itu tentu harapan kita tetap eksis dan mampu mengcreate produk dan karya yang bermanfaat.

  4. Jadi inget kalimat di film Tokyo Drift “I don’t just think outside the box. I tear it up”.

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s