Duh, Gaya Tulisan Saya Labil

Seorang INFP dianugerahi kreativitas berlebih sebagai bakat alami. Namun masalahnya ga nyaman untuk mengekspresikannya secara verbal. Satu-satunya jalan tentu saja dengan cara menuangkannya ke dalam bentuk kata-kata. Dan memang seorang INFP, secara naluriah, digariskan merupakan penulis berbakat.

Namun ada tapinya. Meski riwayat ngeblog sudah cukup lama, secara matematis sih sudah 4 tahun lamanya, saya merasa belum punya ciri khas menulis tersendiri. Ababil. Inkonsisten. Masih banyak bereksperimen. Dari segi kualitas maupun kuantitas, saya merasa kalah jika dibandingkan dengan para narablog baru.

Ide tulisan sih banyak. Tapi masih sulit untuk mentransfer berbagai gagasan dan pandangan saya dan meraciknya ke dalam rangkaian kata. Belum mengalir. Kaku. Postingan saya ga bernyawa. Bahkan saya pikir ga reader-friendly.

Melankolis hiperlebay. Saya ciptakan dan kembangkan gaya tulisan itu untuk dijadikan sebagai khas saya, namun sayangnya masih jauh dari kata sempurna dan masih jarang saya gunakan. Konsepnya sih mendramatisir tulisan secara puitis dengan selebay-lebaynya. Tapi.. sekali lagi saya tegaskan bahwa saya masih canggung dalam menulis. Secanggung jika berhadapan sama cewe cantik.😯

raditya dika tweet

ATM. Amati, tiru, modifikasi. Pastinya ada penulis yg saya jadikan sebagai role model. Memang sih telat, baru tahun ini saya menjadikan membaca sebagai hobi. Jadinya ya seperti yg dibilang Bang Radit, kudu lebih banyak referensi yg harus saya baca.

Nah saya ada pertanyaan buat para sahabat narablog nih,

  1. Kualitas atau kuantitas? Perlu post a day biar terbiasa dan terlatih nulis atau mending baca berbagai bacaan dan teori menulis dulu baru posting meski sifatnya ga rutin dan jarang?
  2. Motivasi apa yg bikin sahabat narablog tetap setia menulis? Kalau ada kutipan boleh lah dicantumin.
  3. Punya saran ga buat seorang Arif Abdurahman? Pastinya soal bidang tulis menulis.

Capek juga bikin postingan pakai si ponsel pintar Sony Xperia Tipo. Finishing-nya masih mempercayakan laptop sih.

Bantulah saya keluar dari masa kacau balau ini, intinya sih pengen dikasih dukungan motivasi.


36 thoughts on “Duh, Gaya Tulisan Saya Labil

  1. kalau saya sich apa adanya saya saja, pengen nulis ya nulis saja, gk pernah kepikiran ini kok ababil ya, atau ini kok gk berciri khas ya, karena tujuan menulis saya cuma pengen berbagi.😀

  2. Nulis teh biasana mah kumaha anu aya dina pikiran. Ayana pikiran teh kusabab aya anu ditengetan (dibaca atawa diilo).
    Maca -> Mikir -> Nulis….

    [Wios teu nyambung oge. Nu penting mah mairan…]

  3. Wios atuh ababil oge, eehh ari ababil teh naon? Semenjak ngalih ka Jerman, teteh mah katinggaleun kapal terbang wae soal bhs di Indo, meni dugi ka jangaar eehh naha janten kieu hehehe

    Ulangi : wios bade ababil oge, janten pan gaya atau ciri khasna nya ababil😀
    Anu penting nyeraaat, cutat catet… !!! *bari teteh langki nyerat heu..heu…*

  4. hohoho ngeblog dari Hp android hehehe
    iseng jawab pertanyaan ya😀
    1. Gimana kalau habis baca teori nulis baru dipraktekin aja bro, jadi kayak learning by doing gitu😀
    2. Pertama karena ingin berbagi aja, yang kedua soalnya saya suka nulis, yang ketiga karena tulisan saya kebanyakan ditolak mading kelas atau sekolah, makanya buat blog hehehe😀 — kan gak ada yang nolak hehe —
    3. Saya blogger newbie, tapi sarannya bang Raditya Dika masuk akal juga, banyak membaca donk, jadi yang makin banyak bahan tulisan (paling gak jadi pengetahuan kan )
    sorry bro komennya kepanjangan😀

  5. ikut nimbrung belajar kang arip, saya saja menulis masih njlimet, Tapi kata masternya menulislah dari ide yang sedehana dan kalau yang rumit mesti buat kerangkanya dulu….

  6. kalo ane sih gan gaya menulisnya apa adanya, maksudnya apa yang ada di pikirin atau mewakili pikiran kawan atau anak muda lainnya, tp di isi dengan bahasa khas anak medan, ane hobinya disitu. tidak terlalu pande bermain kata2 indah, selalu blak-blakan hehehe…

  7. Nulisnya kayak kita lg ngomong sama org lain dikehidupan sehari hari aja, sy jg masih labil kok, itu biar ketauan klo km yg nulis, tp itu plihan, krna ada jg yg pgen nulis dlm bhsa baku. Kl sya sih seenak saya nulis biar bisa ngalir aja gtu hehe.🙂

  8. iseng jawab…
    1) kualitas/kuantitas: kualitas! tapi kualitas yg seperti apa? klo aku kualitas kuanggap baik klo aku puas sm post itu. selain itu kuantitas juga perlu. awalnya kubatasin jumlah post minimal sesuai jumlah hari dalam sebulan. tp selama beberapa bulan ini aku sukses post a day so targetku skrg adalah post a day.
    2) motivasi: mendokumentasikan hari2ku, jadi blogku itu daily blog ya ttg keseharianku..
    3) tipsnya: gak usah banding2in diri sm orang lain, gali ide, jd beda, puasin diri sendiri orang lain ikut suka itu bonus!!🙂

  9. Kalau saya, saya mulai blogging bukan karena ingin mengembangkan kemampuan menulis, bukan ingin nulis berkualitas, dan bahkan bukan karena ingin banget berbagi dan mengungkapkan pendapat… melainkan karena menulis, sama seperti membaca, memberi semacam efek terapi bagi saya. Rasanya menenangkan, seperti relaksasi. Kalau nulis lebih senang yang mengalir daripada kebanyakan berpikir… kalau membaca lebih senang bacaan yang enak dibaca daripada bacaan yang katanya orang-orang berkualitas tinggi tapi susah dibacanya.

    Tips? Stay true aja. Jangan nulis yang terlalu dibuat-buat, apalagi yang nggak disenangi. Have fun dalam menulis!:mrgreen:

  10. bang..!!!! tau ngak…??? loe tuch masih mending loch.,,
    di bandingin gue.,,

    gue niii yang ngak tau caranya Ngeblog,,,

    padahal pengennnnnnn..!!!! hehehehe😛

  11. banyak-banyak menulis… lama-lama kamu tahu sendiri gaya penulisan, tema penulisan yang jadi ciri khas kamu…
    bener kok Raditya bilang. perbanyak. tanpa disadari kita sudah terpengaruh kok.

  12. Ayo menulis setiap saat, walaupun sedikit, tapi lama-kelamaan juga akan terlatih.
    Dibanyak-banyakin baca buku.😀

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s