Mentoring is Bullshit

mentoring is bullshit

The Law of Legacy, salah satu dari 21 hukum kepemimpinan yang diajarkan John Maxwell, ngungkapin bahwa pemimpin hebat itu diukur dari apa yg ditinggalkannya setelah ia tiada. Dan warisan yang paling berharga yg ditinggalkan seorang pemimpin harusnya adalah para suksesor, para kader penerus dirinya. Nah, untuk nyetak para suksesor butuh alat yg bernama mentoring.

Mentoring adalah sebuah proses transmisi pengetahuan dan dukungan psikososial untuk ngedukung dan ngedorong orang agar mereka dapat maksimalin potensi, ngembangin keterampilan, sama ningkatin kinerja dan menjadi orang yang mereka inginkan. Berarti ga lebay dong ya kalau saya bilang pemimpin itu punya “proker wajib” untuk ngementor.

Dalam Islam sendiri, mentoring yg biasa dinamakan Halaqoh atau Liqoat merupakan warisan mulia dari Rasulullah SAW semenjak beliau dinobatkan jadi Rasul. Sejarah mencatat, bahwa Islam jadi satu-satunya peradaban yang dapat menandingi peradaban Barat. Ini efek dahsyat dari mentoring!

Okeh, saya dedikasikan postingan ini untuk mengembangkan buah pikiran yang datang dari Huseino Ahmad (@ahmadhuseino), Ketua Rohis Quwwatul Azzam FIK Unpad (@rohisqa) yg nyentrik, absurd dan sering ga jelasnya, yg dengan seenaknya nempatin saya di bagian Human Resource Development di kepengurusannya tahun ini. 

Terinspirasi dari kultwit beliau yg diberi tagar #mentoringisbullshit, plesetan dari salah satu judul bukunya Bang Ippho. Merasa sayang jika pemikiran hebat beliau dikungkung oleh 140 karakter huruf Twitter, saya memutuskan untuk mengabadikan pemikiran hebatnya ke dalam satu postingan.

Kuliah tweetnya tersebut sebenernya secara ekplisit ditujukan buat pementor MAI Madani 2012 (@madani_12), termasuk saya yg ceritanya lagi magang jadi pementor. Beliau mengungkapkan bahwa rahasia utama ngejalanin mentoring itu harus adanya keterikatan hati. Ya, mentoring is bullshit kalau ga ada keterikatan hati antara pementor sama mentee.

500 days of summer
Prosesi PDKT

Nah, salah satu cara jitu untuk mencapai keterikatan hati tadi adalah dengan menemukan kesamaan. Beliau menganalogikannya dengan seorang pria yg lagi PDKT untuk meraih hati wanita idamannya. Si pria mengajukan berbagai pertanyaan untuk mengkaji selera musik, genre film, atau makanan kesukaan. Intinya supaya bisa meraih hati si cewek mencari kesamaan.

Pementor juga sebelum ngasih materi diharapkan menjalin ikatan hati dulu dengan adik mentornya. Karena materi mentoring itu ngedengerinnya kan pake hati. Makanya pementor harus sering nanya-nanya ke adik mentornya, ya hasil akhirnya buat nemuin kesamaan. Di sini perlunya kreativitas dari tiap pementor.

Diharapkan setelah terciptanya keterikatan hati, proses mentoring akan berjalan lebih optimal. Baik pementor dan adik mentornya sama-sama enak.

Saya bukan praktisi ahli, masih dini dalam dunia permentoringan. Allah Maha Mengetahui, Google serba tau, adapun Arif Abdurahman hanyalah makhluk yg sok tau. Wallahu alam.


4 thoughts on “Mentoring is Bullshit

  1. Emut wejangan mentor (murobbi) kapungkur nuju kuliah.
    Sapertos kitu wejanganana teh. Pami ngadugikeun materi teh kedah nganggo hate. Hate anu beresih bakal ngaluarkeun eusi (materi) anu beresih deui, anu gampil katampina ku mutarrobbi

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s