Kabulusan

Kalau dalam ranah medis, istilah ini boleh lah disejajarkan untuk mengacu kepada gejala hipotermia sedang. Bahasa sederhanya sih kedinginan.

kabulusan

Yups, betul banget bagi sahabat narablog yang berpikiran kalau kata ini bukan berasal dari bahasa latin. Kata ini memang produk asli budaya Indonesia, lebih tepatnya dari bahasa Sunda, haram hukumnya Malaysia ngaku-ngaku.:mrgreen:

Kabulusan berarti suatu kondisi mekanisme tubuh yang sulit untuk mengatasi tekanan suhu dingin. Merinding, sebagai respon tubuh terhadap hawa nyelecep (baca: dingin yang menusuk tubuh) sehingga terjadi kontraksi otot untuk menaikan panas tubuh, merupakan gejala paling kentara ketika kabulusan. Selain itu, sering juga terjadi gejala seperti berbicara melantur.

BTW, saya posting tentang kabulusan ini soalnya ngalamin pas LDKO. Wokeh, LDKO tu bisa dibilang ospek pamungkas di kampus FIK Unpad tercinta, kepanjangan dari Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi. Berlangsung 3 hari 2 malam, malam pertama di lingkungan kampus, yg keduanya kemping di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Ranca Upas
Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung

Nah, buat yg udah pengalaman ospek kemping kek gini, pasti tau lah bakal dibangunin malam-malam buat jurit malam. FYI, Ciwidey notabene merupakan daerah dataran tinggi yg pastinya bersuhu dingin, kalau malam hari ya dinginnya amazing banget pasti. Okeh, bisa dibayangkan kelanjutan kisahnya… pas dibangunin tengah malam, pas keluar tenda, brrr.. langsung dah, konsekuensi dari respon tubuh terhadap suhu super dingin, sekujur tubuh tanpa komando langsung ngabirigidig (baca: merinding, tubuh bergetar tak terkontrol).

Kabulusan itu lumrah dan manusiawi kok. Pernah juga kan sahabat narablog ngalamin?

=

Gambar asli dicomot dari sini dan sini, dan telah mengalami pengeditan.


8 thoughts on “Kabulusan

  1. abdi juga pengidap kabulusan juga, euy, kalau ky gitu. khususnya pada dua hal: temperatur di bawah 20 derajat dan..kalo lagi dingin2 trus nte’ eweh duit! he he

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s