DAMRI, Take My Heart Away

Semenjak dikukuhkan menjadi mahasiswa dan dengan kesadaran pribadi, memproklamirkan diri menjadi seorang pedestrian, saya jadi akrab sama satu moda transportasi yg imut ini. Hubungan terjalin semakin intim tiap minggunya.

DAMRI Elang-UNPAD-Jatinangor

Yups, inilah salah satu spesies moda transportasi tertua di Indonesia, DAMRI. Warisan sejarah yg keberadaannya masih diakui sampai hari ini, tak lekang dimakan jaman. Angkutan massal yg merakyat dan memahasiswa.😉

Meski belum sesepuh teteh saya, yg sudah mencicipi pahit-asem-manisnya selama lebih dari 4 tahun sebagai seorang DAMRIDERS (baca: julukan untuk pengguna damri -dipopulerkan oleh Muhammad Zikri Nurhakim-), namun saya akan menbagi-bagi kisah romantisme bersama sang DAMRI.

Setiap senin pagi tiap minggunya, bersama calon penumpang DAMRI dari kalangan mahasiswa maupun non-mahasiswa, di perempatan lampu merah Jalan Raya Soekarno-Hatta, sekitaran kawasan Pasar Caringin, kami menanti-nanti kedatangan kekasih hati yg dielu-elukan, DAMRI trayek Elang-Jatinangor!

Jatinangor merupakan kompleks pendidikan, jadi bisa dipastikan kebanyakan penunggu DAMRI berasal dari kalangan mahasiswa. Dengan keterbatasan jumlah armada bus, tentu saja peristiwa berebut bus menjadi sesuatu yg lumrah dan pastinya menjadi adegan yg menarik untuk ditonton😀

Meski di dalam DAMRI penuh sesak, namun kebanyakan penumpang keliatan nyaman-nyaman saja, apalagi yg punya jatah tempat duduk, kalau saya seringnya sih berdiri, parahnya sih harus “nangkel” di pintu, udah gitu biasanya suka kena marah dari polisi lalu lintas:mrgreen: . Oh ya, sebenernya ada 2 jenis DAMRI, yg AC dan Non-AC. Tentu saja fasilitas yg ditawarkan DAMRI AC lebih “penumpang-friendly”, namun dibalik itu butuh kesabaran, keberuntungan, dan pengeluaran yg lebih untuk mendapatnya.

Saya biasanya pulang-pergi per minggu, tidak seperti si teteh. Hari Senin buat pergi ke Jatinangor, dan seringnya hari jumat setelah jumaatan saya pulang kampung ke Bandung.

Kepanjangan dari DAMRI?

Mungkin belum banyak yah yg tau DAMRI itu singkatan dari apa?🙄

DAMRI adalah kepanjangan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (ER, EYD: Jawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) yang dibentuk berdasarkan Maklumat Kementerian Perhubungan RI No.01/DAMRI/46 tanggal 25 Nopember 1946 dengan tugas utama menyelenggarakan angkutan penumpang dan barang diatas jalan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Tapi kalau di masyarakat sunda, kepanjangannya suka diplesetkan menjadi Dorong Aing Mun Rek Indit, artinya dorong saya kalau mau berangkat, heu.😀


32 thoughts on “DAMRI, Take My Heart Away

  1. cuman satu kali gue naik DAMRI ke unpad jatinangor…. yaitu waktu dulu ospek dan Penataran P4 di FISIP. selebihnya pas kuliah naek Riung Bandung karena kampus D3 fisip ada di dago atas:mrgreen:

  2. “Dorong Aing Mun Rek Indit”. Lucu! Hahahaha….

    Btw, kok mudiknya seminggu sekali. Apa nggak boros di transport tuh, Mas. Hehe….

    1. Deket ini bang, tinggal naek damri, terus lanjut pake angkot, terakhir tinggal naek ojek aja.
      ga tahan ninggalin kampung halaman sih😀

  3. Nuhun gan, tos di pingback. Ternyata sekampus tp beda angkatan ya.
    Kedepannya banyak hal yg interesting selama jadi mahasiswa. Jangan lewatkan momen itu berlalu begitu saja. Ajak temen2 sekampusnya blogging juga (domain unpad ya), kl bisa wajibkan tiap minggu posting 1x, jangan cuman bisa fb, ym, ama cuicer doang😀 biar jadi perawat yg ga gaptek.

    Damri emang jadi anugrah yg “very something”.. Pengen lagi ngerasain naik damri DU- nangor (note: sy skrg kerja di jkt). Be more creative & keep writing ya! Success 4 U! Viva Fkep Unpad🙂

  4. ooh jadi kepanjangannya Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia toh.
    dulu sempet ngira kalau kepanjangannya itu “Dalam Negri”. tanya temen-temen yang lain juga gak pada tau kepanjangannya.

    thanks kang akhirnya tau juga deh kepanjangan damri😀

  5. Saya juga Damriers juga waktu jaman kuliah. Hampir 7 tahun setia banget naik Damri jurusan Kb.Kelapa – Tanjungsari, karena klo yg jurusan Elang – Jatinangor mesti jalan lagi dari Pangdam #bilang aja males. Sampe hapal dan temenan akrab sama supir plus keneknya, heheehhhe.

    Salah satu yg dirindukan setelah lulus kuliah dari Jatinangor adalah rutinitas naik Damri, berjubel dan berebutannya tapi gak tau kenapa selalu nyaman.

    ^___^

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s