Menjadi Mahasiswa

Sebenernya sih udah sangat telat untuk memproklamirkan bahwa saya, Arif Abdurahman, sekarang ini sudah menyandang status Mahasiswa. 8)

Nah, ceritanya di postingan ini saya mau curcol tentang lika-liku maba (mahasiswa baru), kasarnya sih “derita maba”. Postingannya hanya berfokus tentang saya dan kerasnya kehidupan maba. Jadi udah jelas kan, di postingan ini minim informasi bermanfaat yg dapat diambil juragan sekalian.

Almamater Tercinta

Oh ya, berstatus mahasiswa udah dilalui sekitar 2 bulanan lah, udah masuk fase UTS sekarang. Kalau liat gambar di atas, pasti udah pada tau kan dimana saya kuliah. Untuk jurusannya di Fakultas Ilmu Keperawatan.

PMB!

Penerimaan Mahasiswa Baru. Bahasa umumnya OSPEK yah.

Yup, pastinya sebuah momen yg akan dikenang sepanjang hayat bagi seseorang. Sebuah rutinitas yang haram untuk dilewatkan bagi seorang maba.

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek merupakan momentum bersejarah bagi setiap siswa yang memasuki pintu gerbang perguruan tinggi. OSPEK dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan wahana awal pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. (Wikipedia)

Dimulai dari penugasan aneh yg menguras tenaga maupun dompet, kekurangan jam tidur, bentakan para mahasiswa senior, dan yang pasti sensasi kegalauan tingkat tinggi.

Alhamdulillah saya sih cuma ngejalanin 2 kali ospek, tingkat universitas sama fakultas. Untuk pmb tingkat universitas sih Cuma sehari, dan ga terlalu kejam. Nah, pmb fakultas yg berasa mah, soalnya tiap hari dapet sanksi, pastinya dapet bentakan dan hadiah berupa tugas hukuman dari para evaluator tercinta.

Teman Baru.

Menginjak ekosistem baru, tentunya bakal tercipta jalinan pertemanan yang baru juga.

Bisa dibayangkan lah kalau kuliah di keperawatan, yg mendominasi tuh perempuan pastinya. Yup, rasio perbandingan antara laki dan perempuan di angkatan saya 1:14, jadi harus membaur antar lawan jenis, namun harus tetap mempertahankan eksistensi kejantanan tentunya.

fkep unpad 2011

Terus, tentunya berbeda dengan masa SMA, di universitas, kita akan mendapat teman yg berasal dari latar belakang budaya yg lebih beragam.

Mungkin dicukupkan sekian dulu saja yah curhatannya, sebenernya masih banyak yg perlu dimuntahkan, namun sayang mood tidak mengizinkan untuk melanjutkan.

Oh yah, bagi juragan-juragan yg sudah malang melintang jadi mahasiswa boleh lah berbagi pengalam atau nasihatnya buat adikmu ini.😀


19 thoughts on “Menjadi Mahasiswa

    1. Iya bangs, mahasiswa baru… baru ngampus selama 3 bulan.😆

      Kalau di keperawatan mah ga ada yg namanya hukuman fisik tuh, itu mah OSPEK yg masih primitif.
      Di keperawatan mah disuruhnya 5S: senyum, salam, sapa, sopan dan santun😀

  1. welcome to the jungle of nursing🙂

    laki…? masuk keperawatan…😀

    blognya ok ^^d

    ngomong2, widget komen ini bahasa apa ya…? kalo bisa ganti bahasa indonesia atau inggris aja…

    1. yes, saya laki dan bangga masuk keperawatan.
      we just a minority in nursing😀

      settingan bahasanya pake basa sunda, kan promosi budaya sendiri dong. lagipula bisa komen juga kan.

  2. Waaaa masih maba~
    Hihi gatau kenapa kok masih aneh ya laki-laki masuk keperawatan, padahal ya gapapa heehehe
    salam kenal yaaa

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang. (NB: Serélék=Email, Nami=Nama)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s