Marx dalam Layar Sinema

Sekelompok kecil petani dengan sikap awas mengumpulkan kayu di hutan. Kemelaratan dan keputusasaan tampak jelas di wajah mereka. Sang narator mengingatkan kita bahwa hukum telah mengubah tindakan bertahan hidup sederhana ini menjadi tindakan ilegal pencurian kayu. Para petani, merasakan ada ancaman, melihat sekeliling dengan gugup. Para penunggang kuda nampak di kejauhan. Sang narator, mengutip Montesquieu, … More Marx dalam Layar Sinema

Park Chan Wook, Lelaki yang Menyematkan Sinema Korea dalam Peta

Kami sedang di warung mie yang ramai di Paju, Korea Selatan, saat Park Chan Wook mengeluarkan dua kamera dan pemutar musik digital dari tasnya dan meletakkannya di meja kami. “Ini adalah perpanjangan tubuh saya,” katanya. Chan Wook, yang berusia 54 tahun ini, bisa dibilang sutradara film Korea Selatan yang paling kondang, dikenal secara nasional dan … More Park Chan Wook, Lelaki yang Menyematkan Sinema Korea dalam Peta

Bertolt Brecht: Penyair Kabar Lara

Meski jauh lebih dikenal secara internasional sebagai penulis drama daripada sebagai seorang penyair, Bertolt Brecht punya karunia unggul dalam bahasa. Dia menerapkan semangat pemberontakan yang sama berani dalam puisinya seperti yang dia lakukan pada produksi teater kelas dunia di tahun-tahun akhir Republik Weimar, termasuk The Threepenny Opera and Rise and Fall of the City of … More Bertolt Brecht: Penyair Kabar Lara

Kelanjutan Neraka, Andrés Neuman

Sewaktu ayahku berada di rumah sakit, sangat biasa meninggalkan mobil di tempat parkir lantai bawah rumah sakit. Aku akan berhenti di atas lorong kecil jalan masuk dan membiarkan Opel putihku meluncur di landaian. Aku berhenti menekan tombolnya, melewati palang pembatas, dan mulai mencari tempat. Aku selalu dapat. Aku benci pergi ke rumah sakit, berpura-pura bersikap … More Kelanjutan Neraka, Andrés Neuman