Wagner, Inses, dan Game of Thrones

Saat Arthur Schopenhauer membaca libretto “Die Walküre,” sekuel kedua dari “Ring”-nya Wagner, dia mendapati dirinya tidak nyaman dengan adegan dalam Babak I, di mana saudara kembar Siegmund dan Sieglinde, anak-anak dewa Wotan yang terpisah, saling jatuh cinta. “Kamu mempelai dan saudari dari saudaramu,” seru Siegmund. Musik yang mengalun secara ekstatis di bar-bar penutup menunjukkan bahwa … More Wagner, Inses, dan Game of Thrones

f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

Sejauh yang saya ingat, f(x) adalah grup idol K-pop pertama yang saya bisa bedakan membernya. Entah SNSD atau adiknya ini dulu, saya agak lupa. Yang pasti, satu masalah sekaligus keasyikan seorang fans K-pop bau kencur adalah mengingat dan membedakan member sebuah grup, baik dari namanya yang meski cuma tiga suku kata tapi sulit disebut, juga … More f(x) = Electric Shock Pop + Estetika Hipster

Bagaimana Si Pemalas ini Menerjemahkan Cerpen

Terdengar aneh dan mungkin rada psikopat, mendapat keasyikan saat kepo nama-nama di daftar peminjam buku. Membayangkan seperti apa orang asing dari hanya namanya dan buku yang dipinjamnya ini, untuk kemudian mengetik namanya di Google. Sebagian info diri orang-orang asing tadi bisa ditelusuri, sebagian lainnya misteri – justru karena namanya yang pasaran. Beberapa kali lihat daftar … More Bagaimana Si Pemalas ini Menerjemahkan Cerpen

Camus dan Sartre yang Tercerai karena Pertanyaan Soal Kebebasan

    Mereka berdua sejoli yang aneh. Albert Camus adalah orang Aljazair Prancis, seorang pied-noir yang dilahirkan dalam kemiskinan yang tanpa usaha keras bisa mempesona dengan gaya khasnya yang Bogart-esque. Jean-Paul Sartre, dari kalangan atas masyarakat Prancis, tidak bakal silap dari seorang lelaki tampan. Mereka bertemu di Paris selama Pendudukan dan semakin dekat setelah Perang Dunia … More Camus dan Sartre yang Tercerai karena Pertanyaan Soal Kebebasan