Spursy

Tottenham Hotspur mengajari saya bahwa harapan muncul hanya untuk memperpanjang derita manusia (bacotan Nietzsche di Human, All Too Human?), dan darinya memantik pertanyaan soal kesetiaan. Seseorang bisa mencari pasangan baru, meninggalkan pekerjaannya untuk merintis karier baru di bidang lain, atau mengubah pilihan politiknya, atau bahkan agamanya, jadi mengapa kita kudu setia pada klub sepak bola … More Spursy

Neoliberalisme: Gagasan yang Melahap Dunia

Musim panas lalu, para peneliti di International Monetary Fund menyelesaikan perdebatan panjang dan sengit tentang “neoliberalisme”: mereka mengakui bahwa itu ada. Tiga ekonom senior di IMF, sebuah organisasi yang tak jelas kegiatannya, menerbitkan sebuah makalah yang menyoal manfaat-manfaat neoliberalisme. Dengan melakukan hal itu, mereka membantu menguburkan gagasan bahwa kata itu tidak lebih dari sekadar jargon … More Neoliberalisme: Gagasan yang Melahap Dunia

Mengidruskan Bandung Lautan Api

Revolusi kemerdekaan Indonesia adalah suatu episode sejarah yang dramatis; sebuah drama yang mengadu tujuan rasional dengan sentimen emosional; mengawinkan realitas dengan mitos. Masalahnya, yang kita terima hari ini, lebih banyak berupa warisan mitos penuh bunga-bunga. Ambil contoh bambu runcing yang sering disimbolkan alat perjuangan, pernahkah berpikir bagaimana ngerinya ketika benda ini menerobos badan seorang manusia, … More Mengidruskan Bandung Lautan Api

Seratus Tahun Pengampunan, Clarice Lispector

Seseorang yang tidak pernah mencuri tidak akan mengerti diriku. Dan seseorang yang tidak pernah mencuri mawar tidak akan pernah bisa mengerti diriku. Ketika aku masih kecil, aku mencuri mawar. Di Recife ada banyak sekali jalan. Di jalan-jalan orang kaya berjajar istana-istana mungil yang dibangun di tengah-tengah taman luas. Temanku dan aku suka bermain mengaku-aku milik … More Seratus Tahun Pengampunan, Clarice Lispector

Sang Korban, Junichiro Tanizaki

Hal-hal ini terjadi pada sebuah masa saat kebajikan adiluhung, tingkah laku tak keruan, masih berkembang, ketika pergulatan tanpa henti untuk eksistensi seperti hari ini belum dikenal. Wajah para aristokrat muda dan tuan tanah tidak menggelap oleh awan apa pun; di istana para pelayan kehormatan dan gundik agung selalu menyunggingkan senyum di bibir mereka; pekerjaan badut … More Sang Korban, Junichiro Tanizaki