Americano, Indocafe dan Secangkir Sepi

1 Bisa saja saya menikamnya dengan pisau dapur, dan yang ia perbuat justru membalas senyum. Mungkin sedikit meringis, dengan tetap penuh jatmika. Sikap kalem yang hanya dimiliki para bestari, ketenangan yang serupa permukaan kopi yang sering ia bikin. Selepas maghrib, bersama saya sebagai seorang teman ngobrol yang payah, entah kenapa perbincangan kami mengarah soal perbedaan… More Americano, Indocafe dan Secangkir Sepi

Kodok Super Melindungi Tokyo [2/2]

Saat Katagiri tiba di tempat kerja keesokan harinya pukul sembilan, telepon di mejanya berdering. “Tuan Katagiri,” kata suara seorang pria. Dingin dan lugas. “Nama saya Shiraoka. Saya seorang pengacara dalam kasus Big Bear. Saya menerima telepon dari klien saya pagi ini berkaitan dengan masalah pinjaman tunda. Dia ingin Anda tahu bahwa dia akan mengambil tanggung… More Kodok Super Melindungi Tokyo [2/2]

Novel Terjemahan Pustaka Jaya

“Kita perlu karya sastra dari negara-negara lain untuk mengembangkan wawasan dan merangsang gagasan kita. Tanpanya, kita bukan cuma mengerdil, namun kelaparan,” tulis kritikus Magnus Linklater, yang saya kutip dari pengantar novel Piramid terjemahan Marjin Kiri–satu penerbit keren yang merasa prihatin karena hari ini kita nyaris tak lagi mengenal perkembangan sastra dunia kontemporer, berbeda dengan masa… More Novel Terjemahan Pustaka Jaya

Penulis Fiksi-Ilmiah Sayap Kanan Amerika

J.M.S. Hills Topeka, 1905 – New York, 1936 Satu pasukan penyerbu Quantrill melintasi negara bagian Kansas dalam 500 kavaleri; dengan bendera bertuliskan semacam tanda swastika sederhana; pemberontak yang tidak pernah menyerah; rencana untuk mencapai Great Bear Lake melalui Kansas, Nebraska, South Dakota, North Dakota, Saskatchewan, Alberta, dan Northwest Territories; seorang filsuf dari Konfederasi yang punya mimpi aneh… More Penulis Fiksi-Ilmiah Sayap Kanan Amerika

Game Dev Girls: Sebuah Usaha Merancang Video Game

Aku pikir video game lebih dekat dengan fiksi ketimbang apa pun hari ini, sebut Haruki Murakami. Video game? tanya pewawancara dari The Paris Review. Iya, jawab Murakami. Aku sendiri enggak suka main video game, tapi aku menemukan kesamaan. Kadang-kadang ketika aku menulis aku merasa aku perancang video game, dan pada saat yang sama, sang pemainnya. Aku membuat program,… More Game Dev Girls: Sebuah Usaha Merancang Video Game